Syamsiah Nasution, Dari Guru Fiqih Menjadi Pembimbing Ibadah Haji Perempuan di Tanah Suci

Gustan Pasaribu - Jumat, 23 Mei 2025 09:05 WIB
Syamsiah Nasution, Dari Guru Fiqih Menjadi Pembimbing Ibadah Haji Perempuan di Tanah Suci
dok.analisamedan.com
Rasa syukur mendalam terpancar dari wajah Syamsiah Nasution, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Binjai. Tahun ini, ia diberi amanah besar oleh pemerintah untuk menjadi Pembimbing Ibadah Haji Kloter 17 Embarkasi Medan.

analisamedan.com -Rasa syukur mendalam terpancar dari wajah Syamsiah Nasution, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Binjai. Tahun ini, ia diberi amanah besar oleh pemerintah untuk menjadi Pembimbing Ibadah Haji Kloter 17 Embarkasi Medan.

Bagi Syamsiah, tugas ini bukan sekadar pekerjaan. Ia menganggapnya sebagai bentuk pengabdian dan penerapan ilmu yang selama ini ia ajarkan.

"Sebagai guru fiqih, saya merasa bertanggung jawab untuk memahami dan menyampaikan ilmu manasik haji. Saya ingin ilmu itu bermanfaat langsung bagi jemaah, khususnya saat mereka menjalani ibadah di tanah suci," ungkapnya saat diwawancarai Humas PPIH Embarkasi Medan, Rabu (21/5/2025).

Motivasi Syamsiah untuk mengikuti rekrutmen petugas haji datang tidak hanya dari dalam dirinya, tetapi juga dari dukungan pimpinan. Ia menyebut, Kepala Kemenag Kota Binjai, Mustapid, serta Kasubbag Tata Usaha, Armaya Azmi, turut memberi dorongan dan semangat.

"Mereka menyampaikan bahwa di tanah suci sangat dibutuhkan pembimbing ibadah haji perempuan, agar jemaah perempuan merasa lebih nyaman," ujarnya.

Dorongan itu pun ia sambut dengan tekad. Setelah melalui proses seleksi, Syamsiah berhasil lulus dan resmi menjadi bagian dari tim pembimbing ibadah.

"Alhamdulillah, saya lulus. Insya Allah amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin," ucapnya penuh keyakinan.

Syamsiah percaya, kehadiran pembimbing ibadah perempuan membawa dampak positif bagi pelayanan jemaah, terutama para ibu dan nenek yang kerap merasa sungkan untuk bertanya hal-hal pribadi kepada petugas laki-laki.

"Dengan adanya pembimbing perempuan, mereka bisa lebih terbuka dalam bertanya dan berkonsultasi, terutama tentang praktik manasik yang berkaitan dengan kondisi fisik atau kesehatan," jelasnya.

Dalam menjalankan tugas, Syamsiah akan bersinergi dengan Ketua Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Karu dan Karom, serta pimpinan KBIHU. Kolaborasi itu menurutnya penting agar setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik dan dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk.

Harapannya sederhana namun bermakna: agar semua jemaah dapat menuntaskan ibadahnya dengan lancar, dan pulang ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru