Temu Kreatif Bulanan UMKM KEREN Dirangkai Santunan Duafa

El-Khair - Senin, 12 Mei 2025 15:23 WIB
Temu Kreatif Bulanan UMKM KEREN Dirangkai Santunan Duafa
el-khair.analisamedan.com
Temu Kreatif Bulanan UMKM KEREN Mei 2025 dirangkai santunan terhadap sejumlah duafa.

analisamedan.com - Perkumpulan UMKM KEREN menggelar "Temu Kreatif Bulanan" periode Mei 2025 dirangkai dengan menyantuni sejumlah duafa di Dusun 3, Desa Pundenrejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Minggu (11/5).

Ketua UMKM KEREN Mawardi Nasution mengatakan, temu kreatif bulanan digelar sebulan sekali guna menguatkan silaturahim antaranggota lewat rutinitas kegiatan tersebut dilakukan secara bergantian dipusatkan di rumah yang mendapatkan giliran.

Selain itu, temu kreatif bulanan juga bertujuan untuk penguatan program-program yang sudah dan sedang dirumuskan juga disepakati untuk mencapai cita-cita didirikannya UMKM KEREN lewat slogan bertajuk "Melangkah Bersama Utuk Maju dan Sejahtera".

"Jadi, kegiatan ini rutin setiap bulan dilakukan sesuai namanya dengan berkeliling pindah dari rumah ke rumah anggota lainnya sesuai jadwal yang sudah disepakati" jelas Mawardi.

Dalam kegiatan rutin ini, juga selalu diawali kajian keislaman diisi Pembina UMKM KEREN Ustaz Amirul Khair yang juga Ketua Majelis Zikir dan Taklim (Mazta) El-Khair serta doa dilanjutkan diskusi mengenai berbagai hal terkait untuk memajukan perkumpulan atau organisasi juga potensi lainnya yang bisa dikembangkan untuk kemajuan serta kesejahteraan seluruh anggota.

3 Program Andalan

Meski UMKM Keren baru berusia sekira 4 bulan sejak diinisiasi awal Januari 2025, namun sudah punya 3 program andalan yakni, pengembangan budidaya belut yang sudah diluncurkan 2 Pebruari kemarin, dan kini akan kembali diluncurkan program budidaya cabai caplak juga anggur.

"Ibarat jagung, UMKM KEREN ini pun belum seusia jagung. Namun semangat anggota sudah berbuah 3 program yang akan menjadi andalan UMKM KEREN", terang Mawardi.

Ketiga program tersebut kini sudah mulai dijalankan. Meski masih berjalan tertatih-tatih karena UMKM KEREN memiliki prinsip kebersamaan dan berpola pikir mandiri, tidak akan bergantung kepada bantuan pemerintah meski membutuhkan termasuk dukungan pinjaman dari usaha jasa keuangan seperti perbankan.

"UMKM KEREN punya prinsip menghindari praktik ribawi dalam mendapatkan dukungan pendanaan dalam mengeksekusi semua program," jelasnya.

UMKM KEREN juga memunyai sistem yang sudah disepakati bahwa semua keuntungan dari unit usaha akan mengeluarkan 10 persen dari pendapatan dengan pembagian 2,5 persen untuk zakat, 2,5 persen untuk infak dan 5 persen untuk pemasukan organisasi atau perkumpulan.

Temu kreatif bulanan dipandu Sekretaris UMKM KEREN Dedi dan turut menyalurkan santunan dalam bentuk sembako kepada 3 duafa yang diharapkan bisa membantu memberikan manfaat dalam mengurangi kesulitan hidup.


Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru