Bintang Mahaputera untuk Eks Koruptor, Publik Pertanyakan Integritas Penghargaan Negara
"Ketika simbol negara paling tinggi diberikan kepada mantan pelaku korupsi, integritas simbol itu sendiri tercemar. Pesan kepada generasi muda sangat berbahaya: hukum bisa dilanggar, tapi reputasi tetap bisa dipulihkan," ujarnya.
Fenomena ini juga menyingkap paradoks pemberantasan korupsi di Indonesia. Di satu sisi, aparat hukum gencar mengejar kasus baru; di sisi lain, penghargaan negara justru diberikan kepada mantan koruptor. Farid menilai hal ini melemahkan efek jera sekaligus menimbulkan pertanyaan publik soal konsistensi etika dan hukum.
Ia menekankan, keadilan bukan hanya persoalan hukum formal, melainkan juga etika publik dan keberpihakan kepada rakyat. "Bintang Mahaputera adalah cermin moral bangsa. Cermin itu kini tampak retak, mengingatkan bahwa kehormatan yang diraih dengan mengabaikan prinsip sejatinya bukan kehormatan yang mulia," pungkasnya.
MUI Kota Medan Anugerahkan Award kepada Kapolrestabes Medan atas Keberhasilan Tekan Kriminalitas dan Narkoba
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Nasional, Farid Wajdi Desak Audit Forensik Menyeluruh
Pelindo Regional 1 Raih Penghargaan dari UBKM MU pada Festival Beduk Iduladha 1447 H
Rampas 08 Sumut Dukung KPK dan Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Korupsi DJKA Medan
LPA Deliserdang Layak Jadi Contoh Daerah Lain