Bintang Mahaputera untuk Eks Koruptor, Publik Pertanyakan Integritas Penghargaan Negara

Gustan Pasaribu - Kamis, 28 Agustus 2025 11:16 WIB
Bintang Mahaputera untuk Eks Koruptor, Publik Pertanyakan Integritas Penghargaan Negara
dok.analisamedan.com
Farid Wajdi, Founder Ethics of Care sekaligus Anggota Komisi Yudisial 2015–2020

"Ketika simbol negara paling tinggi diberikan kepada mantan pelaku korupsi, integritas simbol itu sendiri tercemar. Pesan kepada generasi muda sangat berbahaya: hukum bisa dilanggar, tapi reputasi tetap bisa dipulihkan," ujarnya.

Fenomena ini juga menyingkap paradoks pemberantasan korupsi di Indonesia. Di satu sisi, aparat hukum gencar mengejar kasus baru; di sisi lain, penghargaan negara justru diberikan kepada mantan koruptor. Farid menilai hal ini melemahkan efek jera sekaligus menimbulkan pertanyaan publik soal konsistensi etika dan hukum.

Ia menekankan, keadilan bukan hanya persoalan hukum formal, melainkan juga etika publik dan keberpihakan kepada rakyat. "Bintang Mahaputera adalah cermin moral bangsa. Cermin itu kini tampak retak, mengingatkan bahwa kehormatan yang diraih dengan mengabaikan prinsip sejatinya bukan kehormatan yang mulia," pungkasnya.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru