Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Pemprov Sumut Anggarkan Rp370 Miliar Tahun 2024
Selain itu, telah dibentuk Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di 31 kabupaten/kota, pendampingan tim pendamping keluarga yang saat ini telah mencapai 98%. Telah dibentuk tim audit kasus stunting, serta dilakukan rembuk stunting baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka prevalensi stunting Sumut berada pada angka 21,1%. Hassanudin mengatakan pada tahun 2023, prevalensi Sumut ditargetkan turun menjadi 18,55%.
"Tahun 2023 target penurunan stunting (Sumut) di angka 18,55 persen dan seterusnya di tahun 2024 ini menjadi 14,92% optimis dapat kami capai tentunya dengan dukungan serta sinergi semua pihak," kata Hassanudin.
Sementara itu, Wapres RI Ma'ruf Amin menyampaikan berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting nasional hanya turun 0,1% dari 21,6 menjadi 21,5%. "Ini menjadi perhatian. Artinya angka ini tidak seusai target penurunan," kata Wapres. (gsp)
Rumah Zakat Perwakilan Sumatera Utara Luncurkan Program Desa Bebas Stunting
Kolaborasi Pemprov Sumut Wujudkan Jalan Provinsi Pakpak Bharat Humbahas
PT EMPTonga Gelar Pelatihan Pangan Olahan Khas Tapsel dan Pangan Penderita Stunting
Sekda Buka Kegiatan Audit Desiminasi Kasus Stunting di Kabupaten Palas
Kwarda Gerakan Pramuka Sumut Gelar Kemah Peduli Stunting di Toba