Gawat! Anak Dibawah Umur Hilang di Tapsel, Ternyata Dijadikan Pelayan Pakter di Paluta. Eksploitasi anak!
Amir Hamzah Harahap - Minggu, 21 Juli 2024 16:39 WIB
analisamedan.com -Hilang selama sepekan, SMT (14) Kecamatan Angkola Muara Tais, ternyata dibawa salah seorang temannya untuk menjadi Lady Companion (LC) di salah satu pakter tuak di Aek Godang, Kabupaten Padang Lawas Utara, Minggu (21/07/2024).
Kisah Anak dari pasangan Abdul Rasid Tambunan (38) dan Fitri Utami Rambe ini awalnya meminta izin untuk menginap di rumah neneknya di Desa Sigulang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.
Namun, setelah dicari ternyata putri pertama dari Abdul Rasid Tambunan ini tidak berada di rumah neneknya tersebut.
Setelah itu, pihak keluarga mencari dan menjumpai sejumlah teman serta kerabatnya. Alhasil, keluarga tidak menemukannya.
Didampingi Dody Hendar Harahap yang merupakan anggota DPRD Terpilih Kabupaten Tapanuli Selatan, Abdul Rasid Tambunan mengatakan, putrinya tersebut tak kunjung pulang ke rumah.
"Sejak hari Minggu (14/7/2024) lalu, anak saya tidak pulang ke rumah. Sudah dicari ke rumah neneknya juga tidak ada. Kami sudah cari kemana-mana," ungkapnya.
Setelah itu, ia menerima kabar bahwa putrinya dibawa oleh temannya DSD (15) ke Aek Godang, Padang Lawas Utara (Paluta). Namun, ketika didatangi ke lokasi tersebut. Ia tak menemukan putrinya.
"Tadi malam, kami bersama keluarga mendatangi salah satu pakter tuak di Aek Godang itu. Tapi gak ada. Anehnya, pakter tersebut langsung tutup," ujarnya kepada wartawan.
Lalu, Pada Sabtu (20/7/2024) siang tadi, putrinya tersebut menghubungi Abdul Rasid Tambunan untuk dijemput di Kota Padangsidimpuan.
"Setelah kami tiba di rumah. Putri saya menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia mengaku, dipekerjakan di pakter tuak untuk melayani para pelanggan," katanya.
Dikatakannya, putrinya juga tidak boleh menghubungi pihak keluarga dan HP miliknya juga disita oleh pemilik pakter tuak tersebut.
"Selama disana tidak boleh menggunakan HP. Kami disuruh melayani pemesan minuman tuak, disana kami juga disuruh nyanyi," ucap putri dari Abdul Rasid Tambunan.
Akibat kejadian tersebut, orangtua korban berencana akan membuat laporan ke Mapolres Tapanuli Selatan. "Iya, kami akan melaporkan ini ke polisi," tandasnya.
Sementara itu, Dody H Harahap Anggota DPRD Tapsel terpilih meminta agar kasus tersebut segera di proses secara hukum.
"Kami mohon agar Polres Tapsel segera menangani persoalan ini," ucap Dody.
Kisah Anak dari pasangan Abdul Rasid Tambunan (38) dan Fitri Utami Rambe ini awalnya meminta izin untuk menginap di rumah neneknya di Desa Sigulang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.
Namun, setelah dicari ternyata putri pertama dari Abdul Rasid Tambunan ini tidak berada di rumah neneknya tersebut.
Setelah itu, pihak keluarga mencari dan menjumpai sejumlah teman serta kerabatnya. Alhasil, keluarga tidak menemukannya.
Didampingi Dody Hendar Harahap yang merupakan anggota DPRD Terpilih Kabupaten Tapanuli Selatan, Abdul Rasid Tambunan mengatakan, putrinya tersebut tak kunjung pulang ke rumah.
"Sejak hari Minggu (14/7/2024) lalu, anak saya tidak pulang ke rumah. Sudah dicari ke rumah neneknya juga tidak ada. Kami sudah cari kemana-mana," ungkapnya.
Setelah itu, ia menerima kabar bahwa putrinya dibawa oleh temannya DSD (15) ke Aek Godang, Padang Lawas Utara (Paluta). Namun, ketika didatangi ke lokasi tersebut. Ia tak menemukan putrinya.
"Tadi malam, kami bersama keluarga mendatangi salah satu pakter tuak di Aek Godang itu. Tapi gak ada. Anehnya, pakter tersebut langsung tutup," ujarnya kepada wartawan.
Lalu, Pada Sabtu (20/7/2024) siang tadi, putrinya tersebut menghubungi Abdul Rasid Tambunan untuk dijemput di Kota Padangsidimpuan.
"Setelah kami tiba di rumah. Putri saya menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia mengaku, dipekerjakan di pakter tuak untuk melayani para pelanggan," katanya.
Dikatakannya, putrinya juga tidak boleh menghubungi pihak keluarga dan HP miliknya juga disita oleh pemilik pakter tuak tersebut.
"Selama disana tidak boleh menggunakan HP. Kami disuruh melayani pemesan minuman tuak, disana kami juga disuruh nyanyi," ucap putri dari Abdul Rasid Tambunan.
Akibat kejadian tersebut, orangtua korban berencana akan membuat laporan ke Mapolres Tapanuli Selatan. "Iya, kami akan melaporkan ini ke polisi," tandasnya.
Sementara itu, Dody H Harahap Anggota DPRD Tapsel terpilih meminta agar kasus tersebut segera di proses secara hukum.
"Kami mohon agar Polres Tapsel segera menangani persoalan ini," ucap Dody.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PT AR Gelar GreatTalk Martabe, Dorong Generasi Muda Untuk Berani Bermimpi
Pastikan Bantuan Huntap Berkelanjutan, Ketum IMM Tapsel–Padangsidimpuan Apresiasi Bupati Gus Irawan
Kadis Pendidikan Tapsel Kini Dipimpin Perempuan. Efrida Yanti Fokuskan Kesetaraan dan Pemerataan Hingga Kepelosok
Efrida Yanthi, 'Kartini' Tapanuli Selatan: "Jaga Swasembada Pangan Sekaligus Mutu Pendidikan"
Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan. Gus Irawan Dorong Kesiapan Daerah Hadapi Ancaman Perubahan Iklim
Pelajar Warga Tapsel Tewas Tersambar Petir di Teras Rumah
Komentar