Hasil Audit AJB Bumiputera 1912 Alami Kerugian Besar, Pemegang Polis Minta Segera Lakukan Penyelamatan
analisamedan.com - Sesuai informasi hasil audit Laporan Keuangan AJB Bumiputera 1912 yang baru selesai dilakukan oleh team Auditor Ekternal Independen Resmi (KAP), diketahui bahwa pada saat ini AJB Bumiputera 1912 telah mengalami kerugian yang sangat besar.
Perbandingan antara asset dengan kewajiban selisihnya sangat besar (siknifikan), yakni asset kisaran sebesar Rp10,8 triliun, sementara kewajiban sebesar Rp33,4 triliun. Artinya minus Rp22,6 triliun.
Sehingga jika tidak dilakukan terobosan maka nasibnya akan sama dengan PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaatha Life/PT.WAL), PT. Asuransi Jiwa Aih Jaya (Asuransi Bumi Asih) yang kasus pailitnya sudah 7 tahun belum selesai.
Baca juga : Kantor Bumiputera Binjai "Dikuasai" Sekelompok Massa
Sehingga Pembayaran Klaim kepada pemegang polis juga belum tuntas.
Efek dari kasus Bumi Asih dan Wanaartha, akhirnya ijin operasional Bumi Asih yang berdirinya cukup lama (1967) dicabut oleh Pemerintah pada tahun 2013, menyusul Wanaartha dicabut ijinnya baru-baru ini.
"Apakah kita sebagai Pemegang Polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 menginginkan nasib yang sama?, tegas Ahmad Suriadi Ketua PKBI.
Menanggapi keadaan saat ini, Hery Darmansyah (Sekper AJB Bumiputera 1912), menginformasikan, bahwa memang benar AJB Bumiputera 1912 mengalami kerugian.
Untuk itu akan dilakukan penyehatan supaya kerugian yang dialami AJB Bumiputera tidak semakin besar lagi, dan uang nasabah/pemegang polis bisa diselamatkan walaupun tidak sepenuhnya.
Tentunya tidak diharapkan seperti halnya Bumi Asih dan Wanaartha yang sampai saat ini tidak jelas nasib pemegang polisnya.
Diharapkan, menjelang HUT AJB Bumiputera 1912 yang ke 111 ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menyetujui RPKP, dan mencabut SK 13 supaya New BPA–Management AJB Bumiputera 1912 dapat bekerja keras menyelesaikan permasalahan AJB Bumiputera 1912.
"Segera buat terobosan untuk penyelamatan perusahaan, pemegang Polis dan mitra kerja. Mari kita hormati leluhur pendirinya dan jutaan pemegang polis," ujar Ahmad Suriadi.