Korban Tewas Banjir Sumatera 316 orang, Ribuan KK Mengungsi

Amir Hamzah Harahap - Minggu, 30 November 2025 16:08 WIB
Korban Tewas Banjir Sumatera 316 orang, Ribuan KK Mengungsi
analisamedan.com -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkap korban tewas akibat bencana banjir di Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat mencapai 316 orang.

Hal ini disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Suharyanto menjelaskan 316 korban yang meninggal terdiri dari 172 orang jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh.

Sedangkan total korban yang hilang hingga hari ini mencapai 289 jiwa. Dengan rincian di Sumatera Utara 147 orang, Aceh 55 orang, dan Sumatera Barat 87 orang.

Suharyanto menyampaikan gabungan TNI/Polri sedang berupaya untuk membuka jalan di sejumlah daerah yang terisolir.

Dia mengakui, butuh waktu beberapa hari hingga mereka bisa memberikan akses mobilisasi warga maupun pihak yang ingin memberikan bantuan.

"Nah sekarang dengan satgas gabungan sedang berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore dari dandim kemungkinan butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) bertambah menjadi total 166 jiwa hingga Sabtu (29/11/2025), sementara 143 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan penambahan jumlah korban terjadi seiring intensifnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas sejak penetapan status tanggap darurat pekan ini.

"Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian tim gabungan," kata Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

BNPB mengonfirmasi dampak terbesar tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Selain korban jiwa, pengungsi juga dilaporkan mencapai ribuan kepala keluarga, tersebar di Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

"Proses pendataan masih berlangsung beriringan dengan operasi SAR yang terus berjalan 24 jam," kata dia.


Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru