MBG di Persimpangan Jalan, Kasus Keracunan Guncang Kepercayaan Publik
Farid menyebutkan, muncul wacana mengganti skema MBG dengan bantuan uang tunai agar orang tua dapat menyiapkan makanan sesuai kebutuhan anak. Namun, ia mengingatkan bahwa opsi tersebut juga memiliki risiko, terutama di keluarga dengan tekanan ekonomi tinggi.
"Dalam kondisi tertentu, uang tunai rawan dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak ketimbang gizi anak. Tanpa standar jelas, kualitas asupan anak justru makin sulit dikontrol," katanya.
Selain masalah distribusi, Farid juga menyoroti serapan anggaran MBG yang rendah. Dari total alokasi sekitar Rp71 triliun, sebagian besar harus direalokasi karena tidak terserap sesuai target.
"Anggaran besar tanpa eksekusi tepat hanyalah deretan angka kosong dalam neraca negara. Publik berhak bertanya, apakah sejak awal perencanaan tidak matang atau kapasitas pelaksana memang lemah," tegasnya.
Mahasiswa Universitas Mahkota Tricom Unggul Hadirkan Solusi Melalui Lora Iot Dan Modul Bisnis Plan UMKM Di Jalan Ileng, Kelurahan Rengas Pulau Medan
Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa
Mahasiswa Aksi ke DPRD Medan Protes Limbah Pabrik Kecap
PTMA Diminta Aktif Hidupkan IMM, FOKAL IMM Sumut Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal di Medan
Masjid Abdurrahman Al-Fadhel Kembali Gulirkan Program ‘Jumat Berkah’