MBG di Persimpangan Jalan, Kasus Keracunan Guncang Kepercayaan Publik
Farid menyebutkan, muncul wacana mengganti skema MBG dengan bantuan uang tunai agar orang tua dapat menyiapkan makanan sesuai kebutuhan anak. Namun, ia mengingatkan bahwa opsi tersebut juga memiliki risiko, terutama di keluarga dengan tekanan ekonomi tinggi.
"Dalam kondisi tertentu, uang tunai rawan dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak ketimbang gizi anak. Tanpa standar jelas, kualitas asupan anak justru makin sulit dikontrol," katanya.
Selain masalah distribusi, Farid juga menyoroti serapan anggaran MBG yang rendah. Dari total alokasi sekitar Rp71 triliun, sebagian besar harus direalokasi karena tidak terserap sesuai target.
"Anggaran besar tanpa eksekusi tepat hanyalah deretan angka kosong dalam neraca negara. Publik berhak bertanya, apakah sejak awal perencanaan tidak matang atau kapasitas pelaksana memang lemah," tegasnya.
Pegadaian Edukasi 200 Mahasiswa USU Soal Keuangan dan Risiko Pinjol Ilegal
Keracunan MBG Berulang, PKUTK Sumut Soroti Pertanggungjawaban Hukum SPPG
4.359 Mahasiswa Baru UINSU Ikuti PBAK, Ini Pesan Rektor
Bu Guru Desi Yang "Cubit" Siswa di Tapsel Dinonaktifkan dan Siswa Pindah Sekolah. Berikut Kronologinya Lengkapnya
Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Unjuk Rasa, Tuntut Copot Kapolda hingga Evaluasi Kabinet