MBG di Persimpangan Jalan, Kasus Keracunan Guncang Kepercayaan Publik
Farid menyebutkan, muncul wacana mengganti skema MBG dengan bantuan uang tunai agar orang tua dapat menyiapkan makanan sesuai kebutuhan anak. Namun, ia mengingatkan bahwa opsi tersebut juga memiliki risiko, terutama di keluarga dengan tekanan ekonomi tinggi.
"Dalam kondisi tertentu, uang tunai rawan dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak ketimbang gizi anak. Tanpa standar jelas, kualitas asupan anak justru makin sulit dikontrol," katanya.
Selain masalah distribusi, Farid juga menyoroti serapan anggaran MBG yang rendah. Dari total alokasi sekitar Rp71 triliun, sebagian besar harus direalokasi karena tidak terserap sesuai target.
"Anggaran besar tanpa eksekusi tepat hanyalah deretan angka kosong dalam neraca negara. Publik berhak bertanya, apakah sejak awal perencanaan tidak matang atau kapasitas pelaksana memang lemah," tegasnya.
Walikota dan Korwil BGN Tinjau Dapur MBG: Pastikan Proses Dan Distribusi Higienis
488 Pod Getar Disita dari Mahasiswa di Medan Baru, Polisi Dalami Jaringan Antarprovinsi
UMA Ramaikan PRSU 2026, Kenalkan Program Studi, Beasiswa, dan Penerimaan Mahasiswa Baru kepada Masyarakat
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bongkar Peredaran Ganja, Dua Mahasiswa Ditangkap dengan Barang Bukti 260 Gram
Hadapi Digitalisasi, Dr. Jerry Sambuaga Minta Mahasiswa UNPRI Harus Punya Skill yang Kompetitif