Video 3 Anak Dibawah Umur Bersama Waria Mulai Tersebar Pasca Pakter di Paluta Dilaporkan

Amir Hamzah Harahap - Selasa, 23 Juli 2024 09:17 WIB
Video 3 Anak Dibawah Umur Bersama Waria Mulai Tersebar Pasca Pakter di Paluta Dilaporkan

analisamedan.com -Pasca korban gadis berusia 14 tahun 'SMT' Warga Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan ditemukan berada disebuah pakter tuak daerah Aek Godang, Kabupaten Paluta, keluarga membuat laporan polisi, Selasa (23/07/2024).

Ayah korban ART (38), melaporkan kasus tersebut pada Senin (21/07) ke Polres Tapanuli Selatan Nomor LP/B/260/V11/2024/SPKT/POLRES TAPANULI SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Di dalam laporan Polisi tersebut, ART melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan perlindungan anak sesuai UU No.35/2014 tentang perubahan UU No.23/2002 tentang perlindungan anak sebagaimana tertuang dalam Pasal 88 UU No.35/2014.

Kepada wartawan, ayah korban menyampaikan harapannya agar Polres Tapanuli Selatan menindaklanjuti laporannya secara serius.

Ia juga meminta Polres Tapsel memanggil terlapor berinisial, DSD (15), untuk proses pemeriksaan atas kasus ini.

"Kami berharap, Bapak Kapolres Tapsel, AKBP Yasir Ahmadi, dan jajaran menangani peristiwa yang menimpa puteri kesayangan kami ini dengan serius," harap ART.

Sementara itu, pasca pelaporan, redaksi menerima video berdurasi 15 detik yang berisi dua orang anak dibawah umur bersama korban serta seorang waria berjoget.

Diduga ketiga anak dibawah umur tersebut juga menjadi korban, namun belum diketahui waktu dan tempat video tersebut.


Berita Sebelumnya

Gawat! Anak Dibawah Umur Hilang di Tapsel, Ternyata Dijadikan Pelayan Pakter di Paluta. Eksploitasi anak!

Hilang selama sepekan, SMT (14) Kecamatan Angkola Muara Tais, ternyata dibawa salah seorang temannya untuk menjadi Lady Companion (LC) di salah satu pakter tuak di Aek Godang, Kabupaten Padang Lawas Utara, Minggu (21/07/2024).

Kisah Anak dari pasangan Abdul Rasid Tambunan (38) dan Fitri Utami Rambe ini awalnya meminta izin untuk menginap di rumah neneknya di Desa Sigulang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Namun, setelah dicari ternyata putri pertama dari Abdul Rasid Tambunan ini tidak berada di rumah neneknya tersebut.

Setelah itu, pihak keluarga mencari dan menjumpai sejumlah teman serta kerabatnya. Alhasil, keluarga tidak menemukannya.

Kemudian, pada Sabtu (20/7/2024) siang, ART mengaku ada yang menghubunginya untuk menjemput puterinya di Tugu Salak, Kota Padangsidimpuan. Setelah tiba di Rumah, SMT menceritakan apa yang ia alami.

Menurut SMT, awalnya pada Minggu (14/07/2024) siang lalu, ia pergi dari Rumahnya untuk menemui terlapor, DSD di Desa Manegen, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Semula, SMT berniat untuk mandi-mandi ke Aek Sijorni, Kabupaten Tapsel.

Setelah berjumpa, ternyata DSD membawa SMT ke Simpang Pal XI, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel. Sesampainya di sana, DSD bersama temannya, membawa SMT ke salah satu Pakter tuak milik seseorang berinisial RH di Aek Godang.

Kemudian, setiba di sana, DSD malah menyuruh SMT bekerja di Pakter Tuak sebagai pelayan selama 5 hari. Selama di Pakter Tuak, DSD menyita Handphone SMT. Selain sebagai pelayan, SMT juga harus menjadi penyanyi di Pakter Tuak itu.

Namun, setelah viral tentang kabar hilangnya SMT, DSD menyuruh temannya itu untuk pulang ke Rumah orangtuanya. DSD mengantar SMT ke Desa Panompuan, Kabupaten Tapsel dengan tujuan Kota Padangsidimpuan.

Akhirnya, ART menjemput SMT di Tugu Salak. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga pun merasa keberatan. Karena, DSD tidak meminta izin terlebih dahulu untuk membawa atau memperkerjakan SMT.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru