Buka Pelatihan Publikasi Ilmiah Internasional BRIN
Sebagai contoh, ia membagikan pengalamannya dalam meningkatkan jumlah publikasi terindeks Scopus, dari tujuh publikasi saat kembali ke Indonesia pada 2021 menjadi 42 publikasi saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi dan kolaborasi mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Dalam sesi tersebut, ia juga mengingatkan peserta untuk mewaspadai jurnal predator yang kerap meminta biaya tidak wajar dan mencantumkan indikator palsu seperti impact factor yang tidak valid.
Ia menyarankan agar peneliti memanfaatkan basis data terpercaya seperti Scopus dan Web of Science (WoS), meskipun diakui akses dan persaingan untuk masuk ke database WoS masih cukup menantang bagi peneliti Indonesia.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti Inggris, Arab, Perancis, Spanyol, Rusia, dan Tiongkok dalam publikasi internasional.
Pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan bagi dosen dan peneliti muda untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat. (rel/Ferdy).
Sofyan Tan Ajak Jurnalis Menjadi Perpanjangan Tangan Mencari Sekolah yang Rusak untuk Direvitalisasi
Wisuda Periode II 2026 UNPRI Jadi Panggung Global
Dosen Psikologi UMA PKM di Kuala Lumpur Malaysia
Cetak Sejarah Baru, Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter UNPRI Diakui Dunia
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat