Dinilai Tidak Berkeadilan, BEM USU Menolak Kenaikan UKT

Rektor : Ajak Mahasiswa Ikut Verifikasi Data
Gustan Pasaribu - Rabu, 15 Mei 2024 21:23 WIB
Dinilai Tidak Berkeadilan, BEM USU  Menolak  Kenaikan UKT
gustanpasaribu
Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin S.Sos M Si (2 dari kanan) berdialog dengan BEM USU terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

analisamedan.com -Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) prinsipnya tetap menolak keputusan Rektor USU terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) . Namun karena ini sudah menjadi kebijakan baru dan masih ada proses penerimaan Mahasiswa baru jalur mandiri maka ini akan tetap dikawal.

"Bila dilihat dari kebijakannya ini masih baru sejak tahun 2022 , melihat regulasi yang lalu tentu kenaikan UKT ini tidak berkeadilan, jika kebijakan ini kata Rektor sudah berkeadilan maka kami berharap USU dapat melaksanakannya dengan baik dan konkret,"ungkap Ketua BEM USU Aziz Syahputra usai berdialog dengan Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin S.Sos M.Si di Gedung DLCB USU, Rabu (15/5/2024).

Menurut Aziz, sejak adanya kenaikan UKT tahun 2022 belum merasakan adanya mamfaat langsung kepada mahasiswa terutama dalam hal peningkatan sarana dan prasarana kampus. Bila hal ini dipertanyakan,Rektor selalu mengatakan masih dalam proses maka kami tetap akan mengawal masalah ini.

"Bila dilihat prosesnya, kenaikan UKT ini telah menjebak mahasiswa sebab saat mendaftar menjadi mahasiswa UKT masih mengacu kepada regulasi sebelumnya bukan pada regulasi yang baru, dan saat diumumkan UKT mereka sudah yang baru sehingga mereka terkejut dan merasa terjebak,"katanya menyikapi sikap Rektor yang lebih banyak memaparkan rencana pembangunan Sarana dan prasarana saat dialog dengan Mahasiswa.

Sebelumnya kata Aziz saat berdialog dengan Wakil Rektor 1 menyebutkan landasan dasar penentuan UKT golongan 1 sampai 4 adalah untuk memenuhi beasiswa IPK yang selalu kosong slotnya maka kami akan terus mengawalnya agar saat menentukan mahasiswa penerima beasiswa benar benar sesuai yang membutuhkan.

"Kita tidak ingin saat perkulian berjalan mereka mundur karena tak sanggup kuliah, maka kami konsisten akan mengawal ini agar pihak rektorat tetap komiten dengan apa yang disampaikannya, bila tidak komit maka kami akan terus melakukan Gerakan Gerakan selanjutnya,"ujarnya

Sementara itu Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin S Sos M Si saat berdialog dengan mahasiswa mengatakan dirinya memang sudah lama ingin melakukan dialog dengan mahasiswa USU pasca dilantik menjadi Rektor. Namun belum dapat dilakukan dan pada saat mahasiswa sedang berunjukrasa dirinya tidak menghindar karena sedang menjalankan agenda kampus yang telah terjadwal dari tahun sebelumnya.

"Saat mahasiswa demo itu saya bukan mendadak pergi tapi karena kita sudah masuk dalam perengkingan universitas Internasional jadi konsekwensinya ada jadwal yang sudah disepakati dengan badan internasional dan kita tahun ini sudah punya jadwal,"katanya.

Perihal tuntutan Mahasiswa soal UKT, Muryanto menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap data mahasiswa yang akan dimasukkan dalam golongan 1 sampai 4. Sebab, ada dugaan orang tua yang salah dalam menginput data atau ada juga yang memang sengaja memalsukan data.

"Kami mengajak nanti Mahasiswa ikut serta dalam memverifikasi data mahasiswa yang tidak sesuai dengan data yang sudah masuk ke universitas, hal ini untuk memastikan apakah memang ada kesalahan data atau memang ada data yang dipalsukan," ujarnya.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru