Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
analisamedan.com - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) mengukuhkan dua akademisi dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam sebagai guru besar dalam sidang senat terbuka, Rabu (22/4/2026). Prosesi berlangsung khidmat di Gelanggang Mahasiswa Arsyad Thalib Lubis, Kampus I Sutomo, dipimpin Rektor UIN Sumut, Nurhayati.
Keduanya adalah Syukri yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang Filsafat Islam Klasik serta Arifinsyah dalam bidang Ilmu Perbandingan Agama. Pengukuhan ini merupakan bagian dari penambahan 14 guru besar baru di lingkungan UIN Sumut.
Dalam orasi ilmiahnya, Syukri menekankan pentingnya menghadirkan kembali pemikiran filsafat Islam klasik dalam kehidupan modern. Menurut dia, gagasan para pemikir Muslim seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali tidak sekadar menjadi warisan intelektual, tetapi tetap relevan untuk menjawab krisis moral dan pencarian makna di era kini.
"Filsafat Islam klasik mengandung nilai rasionalitas, etika, dan spiritualitas yang dapat menjadi fondasi menghadapi tantangan modernitas," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya "membumikan" filsafat Islam berarti mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik agar masyarakat tidak terjebak dalam materialisme.
Sementara itu, Arifinsyah mengangkat tema moderasi beragama dalam orasinya. Ia menilai konsep wasathiyyah atau jalan tengah telah menjadi dasar penting dalam peradaban Islam sejak awal.
Menurut dia, prinsip keseimbangan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi kunci dalam menjaga harmoni antarumat beragama, terutama di tengah meningkatnya polarisasi sosial.
UIN Sumut Medan Siapkan 15 Ekor Hewan Qurban untuk Sambut Iduladha 1447 H
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
UIN Sumut Gelar ADFEST 2026, Rektor : Mahasiswa dan Civitas Didorong untuk Terus Berinovasi
UINSU Kembali Cetak Guru Besar, Rektor : Harus Mampu Menjadi “Mercusuar Peradaban”
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital