Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik

Gustan Pasaribu - Rabu, 22 April 2026 19:58 WIB
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
analisamedan.com/gustanpasaribu
Prof.Dr.Anang Anas Azhar,S.Ag,M.A Guru Besar UINSU

analisamedan.com -Pagi itu, Rabu 22 April 2026, suasana di kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara terasa berbeda. Di Gelanggang Mahasiswa H.M. Arsjad Thalib Lubis, langkah seorang anak kampung mencapai titik yang selama ini hanya ia simpan dalam diam: menjadi guru besar.

Namanya Anang Anas Azhar. Di hadapan Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Pagar Hasibuan dan didampingi Nurhayati, ia dikukuhkan sebagai profesor di bidang Komunikasi Politik Islam. Namun, kisahnya bukan sekadar tentang gelar akademik melainkan tentang perjalanan hidup yang ditempa oleh kesederhanaan, kerja keras, dan keteguhan.

Jauh sebelum toga profesor itu disematkan, Anang kecil tumbuh di Desa Tebing Linggahara, Labuhanbatu. Ia lahir dalam keluarga sederhana, di mana kehidupan sehari-hari mengajarkan arti perjuangan sejak dini. Ayah dan ibunya, almarhum Saibon AS dan almarhumah Jamilah SM, bukanlah orang berada. Mereka bekerja mengumpulkan kaleng susu bekas, lalu mengolahnya menjadi talang untuk pohon karet, barang sederhana yang kemudian dijual ke pasar demi menyambung hidup.

Pekerjaan itu tidak mengenal waktu. Tak jarang, keduanya bekerja hingga larut malam, bahkan mendekati tengah malam, demi memastikan dapur tetap mengepul dan anak-anak mereka bisa terus bersekolah. Di tengah kondisi itu, Anang kecil belajar satu hal penting: bahwa hidup tidak selalu memberi kemudahan, tetapi selalu memberi kesempatan bagi mereka yang mau berjuang. Kesederhanaan itulah yang menanamkan tekad dalam dirinya bahwa suatu hari, ia harus mampu membanggakan kedua orang tuanya. Mimpi itu tumbuh pelan, tetapi kuat, menjadi bahan bakar yang tak pernah padam.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru