Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik

Gustan Pasaribu - Rabu, 22 April 2026 19:58 WIB
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
analisamedan.com/gustanpasaribu
Prof.Dr.Anang Anas Azhar,S.Ag,M.A Guru Besar UINSU

Tiga Gagasan untuk Politik yang Bermartabat

Dari refleksi panjang itu, ia menawarkan tiga gagasan utama.
Pertama, menggeser pencitraan dari simbol ke akhlak. Politik Islam tidak boleh berhenti pada simbol religius, tetapi harus mewujud dalam tindakan nyata yang jujur dan adil.
Kedua, menempatkan ulama sebagai penjaga etika. Ia mengkritik kecenderungan menjadikan tokoh agama sebagai alat legitimasi politik, padahal peran sejatinya adalah sebagai penuntun moral.
Ketiga, mendorong kampanye berbasis maslahat. Politik tidak seharusnya berkutat pada kultus figur, melainkan pada agenda keummatan dan kebangsaan.

Puncak yang Menjadi Awal

Di balik toga profesor itu, ada kisah panjang tentang kerja keras, tentang orang tua yang bekerja hingga tengah malam, tentang mimpi yang tidak pernah padam. Kini, sebagai guru besar, Anang tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menyuarakan pentingnya etika dalam politik, untuk mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa moral hanyalah ilusi.

Dari seorang anak kampung yang menyaksikan orang tuanya mengolah kaleng bekas hingga larut malam, kini lahir seorang profesor yang membawa gagasan besar: mengembalikan komunikasi politik ke jalan yang lebih bermartabat. Dan mungkin, di suatu tempat yang tak terlihat, kedua orang tuanya tersenyum melihat anaknya telah sampai pada titik yang dulu hanya bisa mereka doakan dalam diam.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru