Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
Dari Wartawan ke "Profesor Berita"
Perjalanan Anang tidak langsung menuju dunia akademik. Ia lebih dulu ditempa di dunia jurnalistik ruang yang mengasah kepekaan, ketelitian, dan keberanian berpikir kritis. Sebagai wartawan, ia dikenal produktif. Tulisan-tulisannya tajam, reflektif, dan kaya perspektif. Bahkan di kalangan rekan seprofesi, ia pernah dijuluki "Profesor Berita", sebuah julukan yang saat itu terdengar seperti gurauan, namun ternyata menjadi semacam ramalan.
Ia juga mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan Utama dari Dewan Pers, pengakuan atas profesionalitasnya di bidang jurnalistik. "Dulu mereka memanggil saya profesor karena banyaknya berita yang saya tulis. Hari ini, saya menjadi profesor sesungguhnya," ujarnya, mengenang perjalanan itu dengan haru.
Namun dunia jurnalistik bukan satu-satunya ruang yang ia jelajahi. Ia juga aktif sebagai aktivis dan pernah terlibat dalam dunia politik praktis. Pengalaman ini membuatnya memahami komunikasi politik bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai realitas yang hidup dengan segala kompleksitasnya.
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
Tiga Wartawan PWI Sumut Ikuti Retret Bela Negara Kemhan RI
SIWO Sumut Gelar Workshop Wartawan Olahraga
UKW PWI Sumut 2025 Sukses, 46 Wartawan Kompeten