Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
"Pendekatan dialogis dan inklusif perlu terus dikembangkan dalam kehidupan beragama di Indonesia," katanya.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Maraimbang, menyebut pengukuhan guru besar sebagai tonggak penting dalam perjalanan akademik sekaligus penguatan institusi. Guru besar, kata dia, tidak hanya menyandang gelar akademik tertinggi, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu dan memberi kontribusi bagi masyarakat.
Rektor Nurhayati mengapresiasi capaian para akademisi tersebut. Ia menilai kehadiran guru besar baru akan memperkuat posisi UIN Sumut sebagai pusat keilmuan Islam yang kompetitif.
"Guru besar memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan besar yang menjawab tantangan global, sekaligus menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan," ujarnya.
Pengukuhan ini menjadi penegasan kembali pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban yang berkeadaban. Dengan bertambahnya guru besar, UIN Sumut diharapkan terus melahirkan pemikiran progresif bagi masyarakat luas.
UIN Sumut Medan Siapkan 15 Ekor Hewan Qurban untuk Sambut Iduladha 1447 H
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
UIN Sumut Gelar ADFEST 2026, Rektor : Mahasiswa dan Civitas Didorong untuk Terus Berinovasi
UINSU Kembali Cetak Guru Besar, Rektor : Harus Mampu Menjadi “Mercusuar Peradaban”
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital