Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
"Pendekatan dialogis dan inklusif perlu terus dikembangkan dalam kehidupan beragama di Indonesia," katanya.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Maraimbang, menyebut pengukuhan guru besar sebagai tonggak penting dalam perjalanan akademik sekaligus penguatan institusi. Guru besar, kata dia, tidak hanya menyandang gelar akademik tertinggi, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu dan memberi kontribusi bagi masyarakat.
Rektor Nurhayati mengapresiasi capaian para akademisi tersebut. Ia menilai kehadiran guru besar baru akan memperkuat posisi UIN Sumut sebagai pusat keilmuan Islam yang kompetitif.
"Guru besar memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan besar yang menjawab tantangan global, sekaligus menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan," ujarnya.
Pengukuhan ini menjadi penegasan kembali pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban yang berkeadaban. Dengan bertambahnya guru besar, UIN Sumut diharapkan terus melahirkan pemikiran progresif bagi masyarakat luas.
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
PT Musim Mas Hibahkan Smart Class ke UIN Sumut, Rektor : Akan Lahir Generasi Berkualitas dan Unggul
Kabiro AAKK : Peran Media Penting Bagi Kemajuan UIN Sumatera Utara
UIN Sumut Safari Ramadhan di Rutan Kelas I Medan
Ketua MPR-RI di UIN Sumut Sampaikan Pidato Kebangsaan Penguatan Ideologi Pancasila