Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman

Sugiatmo - Rabu, 22 April 2026 16:53 WIB
Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
analisamedan.com/dok
Dua akademisi dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam dikukuhkan sebagai guru besar dalam sidang senat terbuka, Rabu (22/4/2026).

analisamedan.com - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) mengukuhkan dua akademisi dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam sebagai guru besar dalam sidang senat terbuka, Rabu (22/4/2026). Prosesi berlangsung khidmat di Gelanggang Mahasiswa Arsyad Thalib Lubis, Kampus I Sutomo, dipimpin Rektor UIN Sumut, Nurhayati.

Keduanya adalah Syukri yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang Filsafat Islam Klasik serta Arifinsyah dalam bidang Ilmu Perbandingan Agama. Pengukuhan ini merupakan bagian dari penambahan 14 guru besar baru di lingkungan UIN Sumut.

Dalam orasi ilmiahnya, Syukri menekankan pentingnya menghadirkan kembali pemikiran filsafat Islam klasik dalam kehidupan modern. Menurut dia, gagasan para pemikir Muslim seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali tidak sekadar menjadi warisan intelektual, tetapi tetap relevan untuk menjawab krisis moral dan pencarian makna di era kini.

"Filsafat Islam klasik mengandung nilai rasionalitas, etika, dan spiritualitas yang dapat menjadi fondasi menghadapi tantangan modernitas," ujarnya.

Ia menambahkan, upaya "membumikan" filsafat Islam berarti mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik agar masyarakat tidak terjebak dalam materialisme.

Sementara itu, Arifinsyah mengangkat tema moderasi beragama dalam orasinya. Ia menilai konsep wasathiyyah atau jalan tengah telah menjadi dasar penting dalam peradaban Islam sejak awal.

Menurut dia, prinsip keseimbangan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi kunci dalam menjaga harmoni antarumat beragama, terutama di tengah meningkatnya polarisasi sosial.

"Pendekatan dialogis dan inklusif perlu terus dikembangkan dalam kehidupan beragama di Indonesia," katanya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Maraimbang, menyebut pengukuhan guru besar sebagai tonggak penting dalam perjalanan akademik sekaligus penguatan institusi. Guru besar, kata dia, tidak hanya menyandang gelar akademik tertinggi, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu dan memberi kontribusi bagi masyarakat.

Rektor Nurhayati mengapresiasi capaian para akademisi tersebut. Ia menilai kehadiran guru besar baru akan memperkuat posisi UIN Sumut sebagai pusat keilmuan Islam yang kompetitif.

"Guru besar memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan besar yang menjawab tantangan global, sekaligus menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan," ujarnya.

Pengukuhan ini menjadi penegasan kembali pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban yang berkeadaban. Dengan bertambahnya guru besar, UIN Sumut diharapkan terus melahirkan pemikiran progresif bagi masyarakat luas.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru