Fakultas Ushuluddin UIN Sumut Gelar Workshop Rencana Pembelajaran Semester
Sementara itu, Drs. Parluhutan Siregar menegaskan, project Internalisasi Paradigma Wahdatul Ulum dalam kerja-kerja akademik di Kampus UINSU dan FUSI secara khusus tidak boleh dipandang telah usai. Tetapi harus terus berkelanjutan. Sebab Project Wahdatul Ulum sendiri pada saatnya harus benar-benar eksis secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Penyusunan RPS berbasis Wahdatul Ulum ini menurut Parluhutan Siregar, adalah langkah awal yang harus diikuti kemudian dengan kerja-kerja akademik yang lebih operasional.
Diakhir acara Workshop, peserta telah dapat menyusun beberapa RPS yang bercorak internalisasi nilai-nilai yang terkandung pada Wahdatul Ulum dalam RPS dengan tetap memperhatikan tuntutan MBKM dan OBE.
Selanjutnya RPS hasil workshop ini yang akan jadi acuan dalam perbaikan RPS pada seluruh matakuliah yang ada pada program sarjana FUSI.
Sebelumnya Ketua Panitia kegiatan, Dr Syukri MA menyampaikan, Workshop Rencana Pembelajaran Semester paradigma Wahdatul Ulum Transdisipliner ini diikuti seluruh dosen di FUSI.
Diharapkan melalui workshop ini para dosen akan lebih mudah dalam menyusun RPS sebagai panduan mengajar. Serta memiliki konsep wahdatul ulum saat menyusun RPS.
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
UIN Sumut Gelar ADFEST 2026, Rektor : Mahasiswa dan Civitas Didorong untuk Terus Berinovasi
Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
PT Musim Mas Hibahkan Smart Class ke UIN Sumut, Rektor : Akan Lahir Generasi Berkualitas dan Unggul
Kabiro AAKK : Peran Media Penting Bagi Kemajuan UIN Sumatera Utara