H. Muhammad Lokot Nasution Serahkan Beasiswa Tahfiz untuk 25 Mahasiswa FAI UMA

Gustan Pasaribu - Rabu, 12 Agustus 2026 10:16 WIB
H. Muhammad Lokot Nasution Serahkan Beasiswa Tahfiz untuk 25 Mahasiswa FAI UMA
analisamedan/dok
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Muhammad Lokot Nasution, S.T., M.T., ke Universitas Medan Area (UMA) menyerahkan Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an kepada 25 mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMA.

analisamedan.com -Upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga legislatif diwujudkan melalui kunjungan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Muhammad Lokot Nasution, S.T., M.T., ke Universitas Medan Area (UMA), Selasa (4/8/2026).

Dalam kunjungan yang berlangsung di Convention Hall Haji Agus Salim Siregar, Kampus I UMA, Jalan Kolam, Medan Estate, tersebut, H. Muhammad Lokot Nasution menyerahkan Beasiswa Tahfiz Al-Qur'an kepada 25 mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMA.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kunjungan balasan setelah sebelumnya jajaran pimpinan FAI UMA melakukan audiensi dengan H. Muhammad Lokot Nasution di Gedung DPR RI. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih kuat dalam bidang pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta peningkatan akses bantuan pendidikan bagi mahasiswa.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMA Prof. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Inovasi dan Alumni Dr. Walid Musthafa Sembiring, S.Sos., M.IP., serta Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Siti Hawa Lubis, S.Pd.I., M.Pd.I.

Turut hadir Kepala Biro Pengembangan Inovasi dan Karir (BPIKA) UMA Indah Apriliya, S.P., M.Si., Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA Dian Fajar Prayoga, S.Kom., para fungsionaris, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FAI UMA.

Kehadiran unsur pimpinan dan sivitas akademika UMA memperlihatkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan SDM.

Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Tomi Prandana, S.Pd., yang merupakan alumni penerima Beasiswa Tahfiz FAI UMA. Pembacaan ayat suci tersebut sekaligus memberikan nuansa religius pada kegiatan yang berfokus pada penguatan pendidikan dan pembinaan generasi Qur'ani.

Dalam sambutannya, H. Muhammad Lokot Nasution menyampaikan bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan salah satu bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa setiap kontribusi untuk pendidikan bukan hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga berpotensi menjadi amal jariyah apabila ilmu yang diperoleh digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Sebagai manusia, kita hanya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, sekaligus menjadi bakti kepada kedua orang tua kami," ujarnya.

Ia juga mengingat kembali komitmen yang pernah disampaikannya saat dilantik sebagai Anggota DPR RI, yakni ikut menghadirkan kehidupan berbangsa yang damai, indah, dan sejahtera.

Menurutnya, cita-cita tersebut tidak dapat dilepaskan dari pembangunan kualitas manusia. Pendidikan menjadi instrumen penting untuk melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Sebanyak 25 mahasiswa FAI UMA menerima bantuan pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang memiliki komitmen dalam mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mendalami dan menghafalkan Al-Qur'an.

Bantuan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum kedua orang tua H. Muhammad Lokot Nasution. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan melalui ilmu dan kebaikan yang dilakukan para penerima beasiswa.

Program Beasiswa Tahfiz diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, nilai-nilai keislaman, integritas, dan kepedulian sosial.

Penyerahan beasiswa tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara pimpinan FAI UMA dengan H. Muhammad Lokot Nasution di Gedung DPR RI.

Audiensi tersebut menjadi awal pembicaraan mengenai berbagai bentuk dukungan dan kolaborasi di bidang pendidikan. Kunjungan ke UMA kemudian menjadi momentum untuk merealisasikan salah satu komitmen tersebut melalui pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi dapat berkembang ke berbagai program lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, serta pemberdayaan mahasiswa.

Rektor UMA Prof. Dadan Ramdan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan H. Muhammad Lokot Nasution terhadap dunia pendidikan, khususnya mahasiswa UMA.

Menurutnya, keterlibatan para pemangku kebijakan dalam mendukung perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan kepada Universitas Medan Area. Kami menyambut baik setiap iktikad untuk memperkuat pendidikan tinggi melalui program-program strategis, seperti penguatan beasiswa, pemberdayaan mahasiswa, peningkatan kualitas penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat," kata Prof. Dadan.

Ia berharap kerja sama yang mulai terbangun tersebut dapat diperluas sehingga memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa penerima beasiswa, tetapi juga bagi sivitas akademika dan masyarakat secara lebih luas.

Dekan FAI UMA Dr. Siti Hawa Lubis menilai dukungan terhadap Beasiswa Tahfiz merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap pengembangan kualitas generasi muda.

Menurutnya, bantuan pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pembiayaan kuliah, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk membangun karakter, meningkatkan motivasi belajar, dan mengembangkan potensi mahasiswa.

"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Dukungan seperti ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi akademik sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan," ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kemampuan di bidang keagamaan.

H. Muhammad Lokot Nasution juga menyampaikan kesiapannya untuk terus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pendidikan.

Ia mengatakan berbagai aspirasi dan usulan strategis dari perguruan tinggi akan menjadi bagian dari komunikasi yang dapat diperjuangkan melalui mekanisme konstitusional di DPR RI.

"Kami akan terus berupaya memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat kepada pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan sektor pendidikan. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus amanah yang kami emban agar pendidikan nasional terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang," tegasnya.

Komitmen tersebut sekaligus membuka peluang bagi penguatan hubungan antara perguruan tinggi dengan lembaga legislatif dalam mengembangkan program-program yang berdampak langsung terhadap mahasiswa dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Dasriansyah, S.Pd.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan antara UMA dan H. Muhammad Lokot Nasution. Selanjutnya, seluruh tamu undangan bersama pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FAI UMA mengikuti sesi foto bersama.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara UMA dan H. Muhammad Lokot Nasution, terutama dalam bidang pendidikan, pengembangan SDM, beasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan pemberdayaan mahasiswa.

Bagi UMA, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus pembentukan generasi yang unggul dan berkarakter.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, kerja sama yang terbangun diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa, masyarakat, Sumatera Utara, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru