Kolaborasi Kearifan Lokal pada Penerapan Metode DORA dalam Pendidikan Kepramukaan

Oleh: Ade Azmil Azhary Nasution (Pemerhati & Pelatih Pembina Pramuka)
Sugiatmo - Sabtu, 14 Maret 2026 21:37 WIB
Kolaborasi Kearifan Lokal pada Penerapan Metode DORA dalam Pendidikan Kepramukaan
analisamedan.com/dok
Ade Azmil Azhary Nasution

analisamedan.com - Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu instrumen penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Di tengah perubahan sosial yang cepat akibat globalisasi dan perkembangan teknologi, pendidikan kepramukaan dituntut untuk tetap relevan sekaligus kontekstual dengan kehidupan masyarakat.

Salah satu pendekatan yang dapat memperkuat proses tersebut adalah penerapan Metode DORA yang dikolaborasikan dengan kearifan lokal.

Metode DORA merupakan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang terdiri dari empat tahapan utama, yaitu Doing, Observing, Reflecting, dan Applying.

Metode ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi mengalami, mengamati, merenungkan, dan menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman tersebut.

Ketika metode ini dipadukan dengan kearifan lokal, pendidikan kepramukaan menjadi lebih bermakna karena nilai-nilai yang dipelajari berakar pada budaya dan kehidupan masyarakat sekitar. Kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun mengandung nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, kecintaan terhadap alam, serta semangat kebersamaan yang sangat sejalan dengan nilai-nilai dalam pendidikan kepramukaan.

Penerapan pada Golongan Pramuka Siaga
Pada golongan Pramuka Siaga, pembelajaran harus disajikan dalam bentuk kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan melalui pengenalan permainan tradisional daerah.

Pada tahap Doing, anak-anak diajak memainkan permainan tradisional yang dikenal dalam masyarakat setempat. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar bekerja sama dan mengikuti aturan permainan.

Tahap Observing dilakukan dengan mengajak Siaga memperhatikan bagaimana teman-temannya bekerja sama, berbagi peran, dan menyelesaikan permainan secara bersama-sama.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru