Kolaborasi Kearifan Lokal pada Penerapan Metode DORA dalam Pendidikan Kepramukaan

Oleh: Ade Azmil Azhary Nasution (Pemerhati & Pelatih Pembina Pramuka)
Sugiatmo - Sabtu, 14 Maret 2026 21:37 WIB
Kolaborasi Kearifan Lokal pada Penerapan Metode DORA dalam Pendidikan Kepramukaan
analisamedan.com/dok
Ade Azmil Azhary Nasution

Selanjutnya pada tahap Reflecting, pembina mengajak anak-anak berdiskusi sederhana mengenai pengalaman yang mereka rasakan. Pembina dapat menanyakan apa yang mereka pelajari dari permainan tersebut, misalnya tentang pentingnya kerja sama dan saling membantu.

Tahap Applying diwujudkan dengan mengajak Siaga menerapkan nilai kebersamaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman di sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, atau menghormati orang yang lebih tua.

Penerapan pada Golongan Pramuka Penggalang
Pada golongan Pramuka Penggalang, kegiatan dapat dirancang lebih menantang dengan mengaitkan latihan pramuka dengan praktik kearifan lokal di masyarakat.

Tahap Doing dapat dilakukan melalui kegiatan penjelajahan atau eksplorasi lingkungan desa) untuk melihat langsung praktik gotong royong masyarakat, misalnya kegiatan kerja bakti atau tradisi saling membantu dalam kegiatan sosial.
Pada tahap Observing, para Penggalang diminta mengamati proses kerja sama masyarakat tersebut, memperhatikan pembagian tugas, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan yang muncul.

Tahap Reflecting dilakukan melalui diskusi regu. Para Penggalang diajak merenungkan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi gotong royong tersebut serta hubungannya dengan nilai Dasa Darma Pramuka.

Tahap Applying diwujudkan melalui kegiatan nyata seperti bakti masyarakat, kegiatan peduli lingkungan, atau proyek regu yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Penerapan pada Golongan Pramuka Penegak
Pada golongan Pramuka Penegak, metode DORA dapat diterapkan dalam kegiatan yang lebih analitis dan berorientasi pada kepemimpinan serta pengabdian masyarakat.

Tahap Doing dapat dilakukan dengan kegiatan penelitian kecil atau studi lapangan mengenai praktik kearifan lokal, seperti sistem pengelolaan lingkungan, tradisi aadat, atau kegiatan sosial masyarakat.

Pada tahap Observing, Penegak mengamati secara mendalam bagaimana nilai-nilai tersebut dijalankan dalam kehidupan masyarakat serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankannya.

Tahap Reflecting dilakukan melalui forum diskusi atau seminar kecil yang dipandu pembina. Dalam proses ini, Penegak diajak menganalisis relevansi nilai-nilai kearifan lokal dengan kehidupan generasi muda masa kini.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru