Sekolah Garuda dan Ilusi Kemajuan Pendidikan, Antara Simbol dan Realitas
analisamedan.com -Di tengah masih banyaknya sekolah dasar yang kekurangan fasilitas, pemerintah kembali menggulirkan proyek ambisius bernama Sekolah Garuda sebuah model sekolah unggulan yang diklaim akan melahirkan "talenta masa depan". Namun di balik gagasan futuristik itu, sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut justru menunjukkan kaburnya arah prioritas pembangunan pendidikan nasional.
Founder Ethics of Care sekaligus mantan Anggota Komisi Yudisial (2015–2020), Farid Wajdi, menyebut proyek Sekolah Garuda sebagai bentuk "ilusi kemajuan pendidikan" yang lebih menonjolkan simbol daripada substansi.
"Pemerintah tampaknya belum benar-benar belajar dari sejarah panjang proyek mercusuar pendidikan. Saat ribuan sekolah rusak dan guru masih harus membeli spidol dengan uang pribadi, pemerintah justru bersemangat membangun sekolah baru dengan biaya hingga Rp200 miliar per unit," ujar Farid dalam tulisannya yang berjudul Sekolah Garuda dan Ilusi Kemajuan Pendidikan.
Jalan Lingkar Rimba Soping Rusak, Rapidin DPR RI: Segera Saya Sampaikan ke Gubernur Untuk Perbaikan
Kadis Pendidikan Tapsel: Beasiswa Martabe Sangat Membantu Siswa dan Keluarga
Wakil Ketua Dewan Pendidikan Deli Serdang Serap Aspirasi Kepala Sekolah di Sibolangit, Tinjau Rehabilitasi SMPN 2 Sibolangit
Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Gelar Sosialisasi dan Bimtek Tingkatkan Kompetensi Guru dan Tendik di Pancurbatu
Peringati Hari Kartini dan Hardiknas 2026, IKWI Sumut Anjangsana Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Warakauri PWI Sumut