UINSU Medan Borong Medali Emas dan Platinum di Seiba International Festival 2026
Sugiatmo - Minggu, 12 Juli 2026 23:45 WIB
dokumenanalisamedan.com
Kontingen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Seiba International Festival 2026
analisamedan.com -Kontingen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Seiba International Festival 2026 dengan memborong medali emas, perak, hingga penghargaan Platinum. Capaian tersebut diumumkan pada upacara penutupan festival yang digelar di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, setelah berlangsung selama enam hari.
Festival internasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sejumlah negara itu menjadi ajang kompetisi di bidang seni, budaya, akademik, dan olahraga. Pada kesempatan tersebut, UINSU Medan tampil sebagai salah satu kontingen dengan raihan prestasi terbanyak.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, UINSU Medan meraih medali pada 10 cabang perlombaan. Prestasi tertinggi diraih pada cabang Monolog dan Musabaqah Syarhil Qur'an (MSQ), yang masing-masing memperoleh Medali Emas (Gold) sekaligus Penghargaan Platinum.
Tim Monolog UINSU yang diperkuat Ahmad Gunawan Munthe, Satrio Prio Widodo, Muchlis Kurniawan, dan Rizki Pernando Berutu juga mendapat kehormatan tampil pada panggung utama malam penutupan festival.
Sementara itu, tim MSQ tidak hanya meraih Gold dan Platinum, tetapi qari dari tim tersebut juga dipercaya membacakan doa penutup di hadapan seluruh delegasi internasional.
Selain itu, UINSU Medan juga meraih Medali Emas pada cabang Film Pendek melalui Nur Hafiz dan Siti Azizah, Pop Solo oleh Muhammad Khadafi, Pencak Silat Seni Tunggal Putra oleh Aslam Dwi Putra, Pencak Silat Seni Tunggal Putri oleh Gita Nabila Azzahra, Kaligrafi oleh Iyaki Azumi Hutasuhut, serta Seminar Kebudayaan melalui Hany Arifya.
Pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Muhammad Al Qori Suherla berhasil meraih Medali Perak. Sementara Sinta Puspita Sari mempersembahkan Medali Perak pada cabang Puisi.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hajah Martin Kustati, M.Pd., dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, delegasi, dan pimpinan perguruan tinggi yang telah menyukseskan Seiba International Festival 2026.
Ia mengatakan tema "Sustainability from Nusantara for Global Harmony" menjadi ajakan bagi perguruan tinggi Islam untuk berkontribusi menjawab tantangan global, mulai dari perubahan iklim, krisis energi, hingga perkembangan kecerdasan artifisial (AI), melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menutup sambutannya, Prof. Martin menyampaikan pantun sebagai simbol berlanjutnya kolaborasi antarpeserta.
"Anak Minang pergi berlayar, singgah sebentar di Pulau Mutiara. Seiba International Festival bukanlah berakhir, namun kolaborasi terus mendunia."
Ia juga berharap seluruh peserta dapat kembali bertemu pada penyelenggaraan Seiba International Festival tahun 2027.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UINSU Medan, Prof. Dr. Katimin, M.A., yang mendampingi langsung kontingen sejak pembukaan hingga penutupan, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan minat mahasiswa di UINSU berjalan dengan baik.
"Prestasi ini menunjukkan mahasiswa UINSU mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi mahasiswa di berbagai bidang," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Ia mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih para mahasiswa dan tim official yang dipimpin Yunni Salma, S.Ag., M.M.
Menurut Prof. Nurhayati, raihan Gold dan Platinum di berbagai cabang membuktikan bahwa mahasiswa UINSU memiliki daya saing yang tinggi di tingkat internasional.
"Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UINSU untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater serta Sumatera Utara di berbagai ajang nasional maupun internasional," katanya.
Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi UINSU Medan sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu mencetak mahasiswa berprestasi di bidang akademik, seni, budaya, dan olahraga pada level internasional.
Festival internasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sejumlah negara itu menjadi ajang kompetisi di bidang seni, budaya, akademik, dan olahraga. Pada kesempatan tersebut, UINSU Medan tampil sebagai salah satu kontingen dengan raihan prestasi terbanyak.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, UINSU Medan meraih medali pada 10 cabang perlombaan. Prestasi tertinggi diraih pada cabang Monolog dan Musabaqah Syarhil Qur'an (MSQ), yang masing-masing memperoleh Medali Emas (Gold) sekaligus Penghargaan Platinum.
Tim Monolog UINSU yang diperkuat Ahmad Gunawan Munthe, Satrio Prio Widodo, Muchlis Kurniawan, dan Rizki Pernando Berutu juga mendapat kehormatan tampil pada panggung utama malam penutupan festival.
Sementara itu, tim MSQ tidak hanya meraih Gold dan Platinum, tetapi qari dari tim tersebut juga dipercaya membacakan doa penutup di hadapan seluruh delegasi internasional.
Selain itu, UINSU Medan juga meraih Medali Emas pada cabang Film Pendek melalui Nur Hafiz dan Siti Azizah, Pop Solo oleh Muhammad Khadafi, Pencak Silat Seni Tunggal Putra oleh Aslam Dwi Putra, Pencak Silat Seni Tunggal Putri oleh Gita Nabila Azzahra, Kaligrafi oleh Iyaki Azumi Hutasuhut, serta Seminar Kebudayaan melalui Hany Arifya.
Pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Muhammad Al Qori Suherla berhasil meraih Medali Perak. Sementara Sinta Puspita Sari mempersembahkan Medali Perak pada cabang Puisi.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hajah Martin Kustati, M.Pd., dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, delegasi, dan pimpinan perguruan tinggi yang telah menyukseskan Seiba International Festival 2026.
Ia mengatakan tema "Sustainability from Nusantara for Global Harmony" menjadi ajakan bagi perguruan tinggi Islam untuk berkontribusi menjawab tantangan global, mulai dari perubahan iklim, krisis energi, hingga perkembangan kecerdasan artifisial (AI), melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menutup sambutannya, Prof. Martin menyampaikan pantun sebagai simbol berlanjutnya kolaborasi antarpeserta.
"Anak Minang pergi berlayar, singgah sebentar di Pulau Mutiara. Seiba International Festival bukanlah berakhir, namun kolaborasi terus mendunia."
Ia juga berharap seluruh peserta dapat kembali bertemu pada penyelenggaraan Seiba International Festival tahun 2027.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UINSU Medan, Prof. Dr. Katimin, M.A., yang mendampingi langsung kontingen sejak pembukaan hingga penutupan, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan minat mahasiswa di UINSU berjalan dengan baik.
"Prestasi ini menunjukkan mahasiswa UINSU mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi mahasiswa di berbagai bidang," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Ia mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih para mahasiswa dan tim official yang dipimpin Yunni Salma, S.Ag., M.M.
Menurut Prof. Nurhayati, raihan Gold dan Platinum di berbagai cabang membuktikan bahwa mahasiswa UINSU memiliki daya saing yang tinggi di tingkat internasional.
"Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UINSU untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater serta Sumatera Utara di berbagai ajang nasional maupun internasional," katanya.
Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi UINSU Medan sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu mencetak mahasiswa berprestasi di bidang akademik, seni, budaya, dan olahraga pada level internasional.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar