UMA, Universitas Efarina dan Universitas Senior Melaksanakan PKM di Padang Bulan Selayang II
analisamedan.com - Universitas Medan Area (UMA) bersama Universitas Efarina dan Universitas Senior berkolaborasi mengedukasi masyarakat tentang cara pengolahan dan khasiat minyak karo untuk pengobatan tradisional.
Kegiatan yang dikemas dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) itu, dilaksanakan di Lingkungan III, Kecamatan Padang Bulan Selayang II, Kota Medan, pada Sabtu 7 Februari 2026
Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi itu di tengah - tengah masyarakat.
"Kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni UMA, Universitas Efarina dan Universitas Senior merupakan wujud nyata kontribusi Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan melalui edukasi, pendampingan, pelatihan, maupun pemberdayaan berbasis potensi lokal," ucap inisiator kegiatan PKM, Helen A. Simanjuntak S.Si, M.Si yang merupakan Dosen Universitas Senior.
Didampingi Dosen UMA Rahmiati S.Si, M.Si dan Toberni S. Situmorang S.Si, M.Si dari Universitas Efarina, lanjut Helen A. Simanjuntak menyebutkan bahwa edukasi dan pendekatan komunikatif menjadi kunci keberhasilan program.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk melestarikan sekaligus meningkatkan pemahaman tentang Minyak Karo.
Pada kegiatan PKM itu, para peserta yang hadir diajak memahami bahwa pelestarian pengobatan tradisional bukan sekadar menjaga warisan nenek moyang, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang kearifan lokal.
Kearifan lokal dapat berjalan berdampingan dengan ilmu pengetahuan modern demi kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Kepala Lingkungan III, Suhardi yang hadir pada kegiatan tersebut dalam sambutannya mengapresiasi PKM tiga perguruan tinggi sekaligus menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Suhardi juga menyampaikan bahwa edukasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat tradisional yang aman dan tepat.
Dia berharao berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat pengetahuan masyarakat serta melestarikan kearifan lokal yang menjadi identitas budaya daerah.
Salah seorang peserta kegiatan PKM. Ibu Asnah (70) mengatakan kegiatan edukasi tersebut sangat bermanfaat baginya. Ia mengaku selama ini menggunakan Minyak Karo berdasarkan pengalaman turun-temurun tanpa mengetahui secara pasti cara pengolahan yang higienis maupun takaran bahan yang tepat.
"Selama ini kami hanya ikut cara orang tua dulu. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi tahu bagaimana proses pembuatannya yang lebih bersih dan cara pakainya yang benar. Penjelasannya mudah dipahami dan sangat membantu," ujarnya.
Farid Wajdi Soroti Blackout Sumatera: Negara Jangan Sibuk Pencitraan, Tapi Perkuat Ketahanan Energi
Angkutan Petikemas di Sumatera Utara Tumbuh Konsisten, Dukung Efisiensi Logistik Nasional
Pascabanjir Sumut: 50 Mahasiswa UNIMED Tersenyum Lega Usai Dapat Bantuan dari BPKH dan Rumah Zakat
Ribuan Kayu Rimba Diduga Ilegal Diamankan, Yayasan CLS Dukung Langkah Gakkum Kehutanan
CLS dan MUI Kota Medan Gandeng Dinas LH Edukasi Warga Melalui Dakwah Ekoteologi