UNPRI dan USU Berkolaborasi dalam Konservasi Mangrove
Acara pembukaan Summer Course, dilaksanakan pada Rabu
(30/8/2023) lalu di Hall Kampus Utama UNPRI, Jalan Sampul 4 Medan menghadirkan Prof Mohammad Basyuni S.Hut, MSi,
Ph.D, Ketua Center of Excellence for Mangrove USU, Wakil Rektor I UNPRI Abdi
Dharma S.Kom, M.Kom, Wakil Rektor III Dr Said Rizal SHi MA, Wakil Rektor IV Dr
dr Ali Nafiah Nasution MKT.MKM.SpKKLP(K).
Turut hadir juga Dekan Fakultas Kehutanan USU Dr Ir Rudi Hartono, Ketua Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNPRI Edi Fahrial S.Si, MSi,
CIQaR, Dr Amy Then Yee, Hui (Universitas Malaya Malaysia), Dr Itchika Sivaipram
(Chulalong University Thailand) dan Dr Virni Anfanti (Badan Riset dan Inovasi
Nasional/BRIN).
Prof Mohammad Basuni dalam sambutannya
mengatakan, signifikansi acara Summer Course ini sebagai bagian integral dari
program rutin yang diselenggarakan oleh PUI mangrove USU.
Ia menggambarkan bagaimana program ini telah
menjadi sebuah tradisi yang memegang peran penting dalam peningkatan pemahaman
dan kesadaran mengenai pentingnya konservasi mangrove serta peran ekosistem ini
dalam mitigasi perubahan iklim terdapat dua kegiatan utama yakni pembelajaran
kepada peserta dan pengabdian masyarakat internasional.
Rektor UNPRI Prof Dr Chrismis Novalinda
Ginting MKes diwakili Wakil Rektor I UNPRI Abdi Dharma MKom menyambut kolaborasi ini sebagai
sebuah langkah yang sangat positif.
Secara khusus menggarisbawahi pentingnya upaya
bersama, dalam konteks penelitian maupun internal Internasional Community
Service/ pengabdian masyarakat internasional sebagai wujud kesiapan UNPRI,
untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan program ini.
Dia menyebut bahwa kegiatan ini tidak hanya
berbentuk pembelajaran dalam kelas, tetapi praktik di lapangan diharapkan bawah
Summer Course ini dapat mengarah pada kolaborasi yang berkelanjutan, serta
menyelenggarakan proyek layanan internasional di masa depan.
"Kegiatan ini juga sebagai sebuah
kegiatan internasional Summer Course, yang bertujuan untuk meningkatkan penelitian
di bidang mangrove, diabetes dan Neuromarketing nomor sebagai energi antara USU
dan UNPRI," paparnya.
Dia menggambarkan komitmen tinggi UNPRI untuk
mendukung keberlangsungan Summer Course, dan memberikan peserta yang juga
terdiri dari mahasiswa asing Thailand Malaysia, Filipina, Cina dan mahasiswa
Indonesia. Ini kesempatan yang sangat
berharga, dalam bidang riset maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, katanya, kolaborasi ini
menjadi lebih berarti dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Para
peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dari para ahli dalam
topik-topik seperti ekologi mangrove, strategi konservasi dan peran mangrove dalam
mitigasi perubahan iklim.
Dengan kombinasi perkuliahan di dalam kelas
dan kunjungan lapangan, katanya, diharapkan mahasiswa akan mendapat pengalaman
belajar yang holistik memungkinkan mereka untuk mengamati dan mempelajari
mangrove secara langsung di habitat aslinya.
"Tidak hanya itu program ini juga
bertujuan untuk mempromosikan praktik ekowisata dan ecoprint di kalangan
peserta," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ekowisata akan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menjelajahi keindahan hutan bakau di Sumatera
Utara, sambil mendukung praktik pariwisata berkelanjutan.
"Selain
itu para peserta akan berpartisipasi aktif dalam kegiatan rehabilitasi,
berkontribusi terhadap restorasi d CGan pelestarian ekosistem mangrove,"
ujar Abdi.
Di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard
SH, M.Kn, Kamis(07/09/2023) menyampaikan apresiasi atas partisipasi USU yang
telah berkenan berkolaborasi dalam mewujudkan konservasi mangrove.
UNPRI Jadi Kampus Pertama Creative Workshop JNE Content Competition 2026
USU Kembangkan Smart Water System Berbasis IoT untuk Pemulihan Kualitas Air Pascabanjir
Ramadan Penuh Berkah, Prima Group Berbagi dengan 30 Panti Asuhan di Medan
Rektor USU Lantik Wakil Rektor dan Sekretaris
Wisuda Periode II 2026 UNPRI Jadi Panggung Global