Wisuda 2.038 Mahasiswa, Rektor UINSU: Jangan Hanya Jadi "Job Seeker", Jadilah Pencipta Perubahan
analisamedan.com - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar wisuda akbar. Sebanyak 2.038 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan pada prosesi wisuda yang digelar di Medan, di AULA mahasiswa Jalan IAIN/Sutomo Medan Sabtu (27/9).
Ribuan lulusan tersebut berasal dari 9 fakultas, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 506 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 376 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 284 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 269 orang, Fakultas Ilmu Sosial 165 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 165 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 164 orang, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam 100 orang, dan Program Pascasarjana 55 orang.
Dalam pidato wisudanya, Rektor UINSU Medan Prof Dr Nurhayati menegaskan, bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ia mengusung tema "Alumni Berdampak, Berkolaborasi dan Berkontribusi untuk Kemandirian Bangsa."
"Jangan hanya bertanya: Di mana saya akan bekerja? Tetapi mulailah bertanya: Persoalan apa yang dapat saya selesaikan dengan ilmu yang saya miliki?" tegas Rektor di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua.
Menurutnya, bangsa Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tapi membutuhkan manusia berilmu yang punya kepedulian, integritas, dan keberanian mengambil tanggung jawab. Di tengah tantangan transformasi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan kompetisi global, alumni UINSU dituntut tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan harus menjadi problem solver, inovator, dan job creator.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi. Tidak ada bangsa besar yang dibangun oleh individu yang berjalan sendirian.
"Kolaborasi bukan berarti kehilangan identitas. Kolaborasi adalah kemampuan menghadirkan kekuatan yang lebih besar melalui perbedaan yang dipertemukan dalam tujuan bersama," ujarnya.
Di akhir pidatonya, Rektor berpesan bahwa gelar akademik bukanlah mahkota, melainkan amanah.
"Gelar bukan mahkota. Gelar adalah amanah. Jangan biarkan gelar hanya tertulis di belakang nama. Biarkan gelar itu hadir dalam perilaku, dalam keputusan, dan dalam karya," pesannya.
Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua wisudawan yang telah berjuang, berdoa, dan berkorban hingga anak-anaknya meraih gelar sarjana.
Prosesi wisuda ditutup dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah:
Ke Medan kota membeli bika,
Bika dibawa bersama keluarga.
Hari ini wisuda, bahagia luar biasa,
Besok berkarya… dan jangan lupa UINSU tercinta.
Transformasi Kualitas SDM Dosen dan Tendik UINSU Medan
UINSU Medan Raih Certificate of Compliance Predikat Platinum
4.359 Mahasiswa Baru UINSU Ikuti PBAK, Ini Pesan Rektor
Rektor Chrismis: Jadilah Lulusan Adaptif di Era AI, Jangan Berhenti pada Gelar Sarjana
Teknik Informatika UMA Raih Akreditasi Unggul LAM INFOKOM, Berlaku hingga 2031