Kapal NasDem Deliserdang ‘Tersandera’ Jangkar Politik Elit

Oleh : El-Khair
El-Khair - Jumat, 28 Juni 2024 02:37 WIB
Kapal NasDem Deliserdang ‘Tersandera’ Jangkar Politik Elit
dok.analisamedan.com

analisamedan.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Deliserdang yang akan digelar secara serentak di Indonesia 27 Nopember 2024 mendatang baik provinsi, kabupaten dan kota, sudah memasuki masa penjarinngan dan pendaftaran bagi calon kepala daerah (Bacakada) di partai politik pemilik kursi di DPRD masing-masing.

Termasuk di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pun sudah dilaksanakan dan menunggu keputusan pengurus pusat yang menjadi penentu siapa saja sosok bakal diusung dalam perhelatan pesta demokrasi tersebut.

Empat parpol di Kabupaten Deliserdang peraih kursi terbanyak dengam jumlah sama 7 kursi yakni, Gerakan Indonesia Rakyat (Gerndra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Keempat partai ini akan bertarung gengsi siapa yang lebih piawai memainkan catur politik pada pilkada Deliserdang. PDIP merupakan partai pemenang pileg di Indonesia. Gerindra partai penguasa karena ketua umumnya Prabowo Subianto merupakan presiden terpilih dan Golkar adalah partai tua berpengalaman yang cerdas dalam berpolitik mengambil peluang.

Adapun partai NasDem yang menjadi fokus bahasan punya nilai tersendiri dalam konteks lokal yakni Pilkada Deliserdang, yang suhu panasnya sudah sangat terasa.

Partai Potensial

Dari 4 partai pemilik 7 kursi di DPRD Deliserdang, NasDem merupakan parpol paling potensial untuk memenangkan proses pilkada. Potensi NasDem Deliserdang bukan saja dilihat dari grafiknya yang positif dalam pileg yang mengalami peningkatan dalam perolehan jumlah kursi.

Pada pileg 2014 lalu, NasDem meraih 4 kursi dan kembali menambah 2 kursi pada pileg 2019 sehingga mendapatkan 6 kursi. Selanjutnya pada pileg 2024, NasDem kembali menambah 1 kursi sehingga perolehannya kini menjadi 7 kursi.

Fakta ini menunjukkan NasDem merupakan partai dengan tradisi tren politik positif dan sanga mungkin ke depan menjadi juara di Deliserdang sebagaimana jargon yang diusung dan tema utama tentang perubahan (restorasi).

Selain tren positif peningkatan perolehan kursi di legislatif, modal potensial yang menjadi nilai lebih dan tidak dimiliki parpol lainnya yakni, sosok Ketua NasDem Deliserdang Muhammad Ali Yusuf Siregar yang merupakan Wakil Bupati dan Bupati Deliserdang periode 2019-2024.

Pengalamannya memimpin Kabupaten Deliserdang selama 5 tahun merupakan modal besar sebagai jaminan bahwa bila Nasdem mengusung Yusuf Siregar sebagai calon bupati, maka kemenangan akan diraih parpol besutan Surya Paloh ini.

Kepemimpinannya di Kabupaten Deliserdang sampai puncak kekuasaan bukan diraih tanpa proses. Yusuf Siregar merupakan birokrat berkompeten yang meniti karir dari bawah sebagai staf yang perlahan menduduki posisi managerial seperti, Camat Tanjung Beringin (sekarang berada di Kabupaten Serdangbedagai), Tanjungmorawa, Lubukpakam, Labuhandeli dan Sunggal.

Yusuf Siregar juga pernah menduduki jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Wakil Bupati Deliserdang, Plt. Bupati Deliserdang dan terakhir Bupati Deliserdang.

Kesantunan dalam bersikap dan selama memimpin, sulit melihat Yusuf Siregar marah atau berkata kasar. Senyumnya selalu mengukir bibirnya yang kini dihiasi kumis putih sehingga menumbuhkan kesenangan terhadap banyak orang.

Meski tampuk pimpinan NasDem Deliserdang diserahkan kepada Yusuf Siregar tatkala dirinya sudah menjabat Wakil Bupati Deliserdang, amanah itu dijawabnya dengan meningkatnya jumlah kursi di legsilatif.

Masih belum cukupkah modal besar partai potensial ini untuk menang pada pilkada 17 Nopeember mendatang ?

'Tersandera'

Meski potensi NasDem Deliserdang sebagai juara pada pilkada mendatang tak terbantahkan, namun sepertinya elit politik NasDem masih mengalami masalah sehingga sampai saat ini belum menentukan calon dari kadernya termasuk Yusut Siregar.

Isu yang berkembang, secara politis NasDem kini sedang 'tersandera' jangkar politik elit di tingkat pusat pascapemilihan presiden kemarin. Dalam perhelatan pilpres tersebut, pilihan NasDem berseberangan dengan kekuasaan saat itu yakni, mendukung pasangan Anies Rasyid Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN).

Ibarat pelayaran, saat ini kapal-kapal sedang bersandar di dermaga pelabuhan. Dan tatkala kapal akan mulai berlayar, jangkar kapal sengaja tidak diangkat ke permukaan bahkan mungkin sengaja disangkutkan di dasar laut sehingga kapal belum bisa berlayar. Padahal, seharusnya kapal sudah harus berlayar secara perlahan.

Jangkar politik elit ini kemungkinan menjadi sebab kapal NasDem di Deliserdang belum bisa berlayar meski persiapannya sudah sangat mantap. Kapal NasDem terpaksa harus tetap bersandar di dermaga sampai diberi izin penguasa pelabuhan.

Bukan tidak mungkin sosok Yusuf Siregar yang potensial memenangkan pilkada Deliserdang justru tidak mendapatkan kapal untuk berlayar akibat jangkar politik elit yang masih terbenam di dasar laut dermaga pelabuhan.

Kondisi ini mengingatkan pada Pemilihan Gubernur Sumut 2019 lalu ketika Tengku Erry Nuradi yang saat itu masih menjabat gubsu dan Ketua Dewan Pimpinan Wiayah (DPW) NasDem Sumut, akhirnya terganjal tidak bisa maju karena kapal NasDem tidak memenuhi syarat untuk berlayar.

Padahal saat itu, potensi Tengku Erry Nuradi untuk menang pada pilgubsu terbuka lebar karena memilik elektabilitas dan elektoral cukup untuk berkompetisi. Tapi begitulah politik.

Apakah dalam konteks Pilkada Deliserdang, Yusuf Siregar akan mengalami nasib serupa seperti Tengku Erry Nuradi ? Apakah NasDem akan kehilangan peluangnya untuk menjadi juara di Deliserdang ?

Bila itu terjadi, maka slogan dan semangat perubahan NasDem perlu dikaji kembali. Jangan-jangan benar, NasDem 'tersandera' jangkar politik elit.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru