Jelang Mudik Lebaran, Dishub Sumut Temukan 92 Titik Rawan Lalulintas

Sugiatmo - Rabu, 20 Maret 2024 06:19 WIB
Jelang Mudik Lebaran, Dishub Sumut Temukan 92 Titik Rawan Lalulintas
analisamedan/gustan
Dishub Sumut, Ditlantas Poldasu, beserta sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi guna mengantisipasi tantangan dan potensi gangguan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran 2024.

analisamedan.com -Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut menemukan ada 92 titik potensial kerawanan lalulintas menjelang mudik libur lebaran 2024.

Titik rawan tersebut tersebar diwilayah kabupaten/kota, terdiri dari 27 titik rawan kecelakaan, 32 titik rawan macet, 6 titik rawan longsor, 2 titik rawan macet dan banjir, serta 25 titik rawan macet dan kecelakaan.

Selain itu tim Dishub juga mengidentifikasi penyebab masalah seperti tujuh titik tidak memiliki fasilitas keselamatan (faskes) berupa rambu jalan, 8 titik kendala hambatan samping, 6 titik jalan longsor, 14 titik jalan longsor dan tidak ada faskes, 32 titik jalan rusak, 20 titik kondisi jalan rusak dan tidak ada faskes, dan 3 titik perlintasan sebidang.

"Dari 92 titik ruas jalan yang potensial masalah itu, jika dirinci, 62 persen berada di ruas jalan kabupaten/kota, 30 persen di ruas jalan provinsi dan 8 persen di ruas jalan nasional," ungkap Kadishub Sumut Agustinus Panjaitan melalui Kabid Lalulintas, Ramli Simamora dalam rapat koordinasi guna mengantisipasi tantangan dan potensi gangguan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran tahun 2024 di ruang rapat kantor Dishub Sumut, Medan, Selasa (19/3/2024).

Dalam rapat ini, Dishub Sumut fokus pada pentingnya pemenuhan perlengkapan jalan di ruas jalan nasional dan provinsi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

"Dishub Sumut dan Instansi Terkait Bersinergi Pastikan Kesiapan Prasarana Jalur Mudik Lebaran 2024 " Katanya.

Rapat ini tambanya merupakan tindak lanjut dari hasil survei bersama kesiapan prasarana jalan jalur mudik angkutan lebaran, yang melibatkan berbagai pihak seperti Dishub Sumut, Ditlantas Polda Sumut, Jasa Raharja, BBPJN, dan BPTD.

"Survei dilakukan pada 22-26 Februari lalu. Hasil survei menunjukkan adanya 92 titik potensial masalah, termasuk kecelakaan, kemacetan, dan kerusakan jalan," ujar Ramli.

Dishub dari beberapa kabupaten/kota juga hadir dan merespon kondisi kerusakan jalan di lokasi-lokasi rawan kecelakaan, sementara BBPJN menyatakan kesiapannya dalam menangani gangguan prasarana jalan khususnya dijalan nasional. (gsp)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru