Kapolrestabes Medan Pastikan Distribusi BBM Aman Serta Tindak Tegas Penjualan Ilegal
Bardan - Selasa, 02 Desember 2025 20:14 WIB
analisamedan.com/dok
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak saat melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan distribusi BBM di Kota Medan berjalan aman.
analisamedan.com -Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke kantor Pertamina Patra Niaga di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Selasa (2/12/25).
Kunjungan ini digelar untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelayanan serta distribusi BBM di Kota Medan berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Kapolrestabes hadir bersama Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.; Kasat Reskrim Kompol Bayu Putro Wijayanto, S.E., S.I.K., M.H., M.I.K.; serta P.s Kanit II Sat Intelkam Ipda Aliamsyah Batubara, S.Ag. Dari pihak Pertamina turut hadir Grup Head Operation Regional Sumbagut Basuki Santoso dan Sales Retail Devian Faris.
Dalam arahannya, Kapolrestabes menegaskan tindakan tegas terhadap para pelaku penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar, khususnya yang mematok tarif Rp50 ribu per botol. "Penjual BBM eceran yang menjual lima puluh ribu per botol harus ditangkap," tegasnya.
Ia juga menyoroti kekurangan operator dispenser di sejumlah SPBU, serta kembali mengingatkan larangan pembelian BBM menggunakan jeriken. SPBU yang tidak beroperasi diminta memasang pemberitahuan tertulis agar masyarakat tidak bingung. Kapolrestabes juga meminta Pertamina melakukan live report ketersediaan stok BBM secara berkala. "Stok harus dipastikan aman dan informasinya harus terbuka," ujarnya.
Saat ini terdapat 91 SPBU beroperasi di Kota Medan, dan seluruhnya telah ditempatkan personel Polri. Sebanyak 313 personel diterjunkan untuk mengatur antrean, pengisian, serta kelancaran arus lalu lintas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan dapat beralih ke SPBU lain bila stok sementara habis.
Pihak Pertamina Patra Niaga memastikan komitmen penuh bersama Polrestabes Medan untuk menjaga keamanan distribusi BBM serta mencegah tindakan spekulatif di lapangan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis menghadapi potensi kemacetan akibat antrean, keluhan pelayanan SPBU, praktik penjualan eceran dengan harga tinggi, hingga kemungkinan penghadangan truk tanki saat pendistribusian. Polrestabes merekomendasikan penempatan personel terbuka dan tertutup di SPBU serta pengawalan ketat terhadap truk tanki Pertamina demi menjamin proses distribusi tetap aman dan lancar. (Bardan)
Kunjungan ini digelar untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelayanan serta distribusi BBM di Kota Medan berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Kapolrestabes hadir bersama Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.; Kasat Reskrim Kompol Bayu Putro Wijayanto, S.E., S.I.K., M.H., M.I.K.; serta P.s Kanit II Sat Intelkam Ipda Aliamsyah Batubara, S.Ag. Dari pihak Pertamina turut hadir Grup Head Operation Regional Sumbagut Basuki Santoso dan Sales Retail Devian Faris.
Dalam arahannya, Kapolrestabes menegaskan tindakan tegas terhadap para pelaku penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar, khususnya yang mematok tarif Rp50 ribu per botol. "Penjual BBM eceran yang menjual lima puluh ribu per botol harus ditangkap," tegasnya.
Ia juga menyoroti kekurangan operator dispenser di sejumlah SPBU, serta kembali mengingatkan larangan pembelian BBM menggunakan jeriken. SPBU yang tidak beroperasi diminta memasang pemberitahuan tertulis agar masyarakat tidak bingung. Kapolrestabes juga meminta Pertamina melakukan live report ketersediaan stok BBM secara berkala. "Stok harus dipastikan aman dan informasinya harus terbuka," ujarnya.
Saat ini terdapat 91 SPBU beroperasi di Kota Medan, dan seluruhnya telah ditempatkan personel Polri. Sebanyak 313 personel diterjunkan untuk mengatur antrean, pengisian, serta kelancaran arus lalu lintas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan dapat beralih ke SPBU lain bila stok sementara habis.
Pihak Pertamina Patra Niaga memastikan komitmen penuh bersama Polrestabes Medan untuk menjaga keamanan distribusi BBM serta mencegah tindakan spekulatif di lapangan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis menghadapi potensi kemacetan akibat antrean, keluhan pelayanan SPBU, praktik penjualan eceran dengan harga tinggi, hingga kemungkinan penghadangan truk tanki saat pendistribusian. Polrestabes merekomendasikan penempatan personel terbuka dan tertutup di SPBU serta pengawalan ketat terhadap truk tanki Pertamina demi menjamin proses distribusi tetap aman dan lancar. (Bardan)
Editor
: Bardan
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polrestabes Medan Tegas Berantas Narkoba, 52 Kg Sabu dan 50 Kg Ganja Dimusnahkan
Lomba Orasi Damai 2026 Digelar, Polrestabes Medan Tekankan Aspirasi Tanpa Ujaran Kebencian
Polrestabes Medan Gaungkan Sabuk dan Kentongan Kamtibmas, Kejahatan Turun 14 Persen
Safari Ramadan, Rico Waas Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Perangi Narkoba
Bongkar Mafia BBM Subsidi, Polrestabes Medan Tangkap 10 Tersangka dan Sita 14 Ton Solar
Kasus Penganiayaan Berujung Tiga DPO, Ini Penjelasan Polrestabes Medan
Komentar