Kasus Begal Meningkat, Medan Masuk Status Darurat Kejahatan Jalanan
Keempat, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat. Pemko Medan diminta memperbaiki sarana pendukung keamanan seperti penerangan jalan, pos keamanan, serta memperkuat program community policing untuk mendorong keterlibatan warga.
Kelima, Farid menyoroti kebutuhan transparansi dan akuntabilitas aparat kepolisian dalam penanganan kasus begal. Laporan rutin mengenai hasil operasi, penangkapan, barang bukti, dan perkembangan status hukum kasus dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik.
Farid menegaskan bahwa persoalan begal bukan sekadar kriminalitas biasa, tetapi masalah struktural yang membutuhkan strategi terukur dan keberanian politik. "Warga berhak merasa aman, dan aparat wajib menjawab dengan tindakan. Tanpa langkah nyata, Medan akan terus terjebak dalam siklus kejahatan yang berulang," ujarnya.
Ia menutup dengan seruan bahwa Medan membutuhkan lebih dari sekadar komitmen moral. "Kota ini membutuhkan revolusi keamanan," pungkas Farid.
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ungkap Dugaan Produksi Ulang Vape Mengandung Narkotika, Tiga Orang Diamankan
Dosen Fakultas Vokasi USU Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Negeri 7 Medan Melalui Program Pengabdian Masyarakat
Fraksi Golkar Pertanyakan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD Kota Medan 2025