Kwarcab Pramuka Kota Medan Gelar Gelang Ajar dan Orientasi bagi Kepala SMA/SMK
analisamedan.com -Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kota Medan menggelar giat Gelang Ajar dan Orientasi Kepramukaan Bagi Kepala SMA/SMA negeri dan swasta se-Kota Medan bertujuan menggeliatkan dan menyemarakkan kembali pendidikan kepramukaan khususnya bagi SLTA sederajat di bawah naungan Pemprovsu.
Gelang ajar yang digelar di Aula BBPPMVP BBL Jalan Setia Budi, Medan Helvetia, Kota Medan pada Selasa (25/6) ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Wilayah I Provinsi Sumatera Utara terkait penguatan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan di bawah naungan Disdik Sumut.
Pada pertemuan ini, giat gelang ajar dan orientasi kepramukaan bagi kepala SMA/SMK se-Kota Medan pada sesi pertama ini diikuti sebanyak 77 pimpinan sekolah atau majelis pembimbing gugusdepan serta pengelola kepramukaan dari sekolah-sekolah jajaran.
Penandatanganan nota kerja sama dipimpin Ketua Kwarcab Kota Medan Topan OP Ginting diwakili Sekretaris Kwarcab Medan Disti Nuaridho dan Kepala Cabdis Wilayah I Sumatera Utara August Sinaga, SPd, SST, MAP.
August Sinaga dalam sambutannya menyampaikan, saat ini tantangan zaman semakin beragam, apalagi berkaitan dengan perkembangan anak. Untuk pendidikan karakter khususnya melalui pendidikan kepramukaan penting untuk diterapkan yang mengiringi pendidikan formal di sekolah dan pendidikan di lingkungan keluarga serta masyarakat, termasuk memberikan nilai tambah dalam pengembangan karakter.
Ia menjelaskan, pendidikan kepramukaan merupakan pendidikan kepanduan dan pembinaan karakter yang kompleks. Pendidikan kepramukaan yang dijalankan Gerakan Pramuka sejak lama dinilai lebih dahulu menjalankan konsep merdeka belajar dengan metodenya yang kini diterapkan sebagai kurikulum pendidikan nasional.
Hal itu tentu memberikan ruang yang lebih untuk pengembangan kepramukaan, maka satuan pendidikan diarahkan agar menggeliatkan kembali ekstrakurikuler kepramukaan.
Gelang ajar dan orientasi ini menyajikan berbagai materi kepramukaan bagi pimpinan sekolah. Di antaranya fundamental Gerakan Pramuka, keorganisasian, struktural dan pembinaan kepramukaan mukai dari tingkat gugusdepan, ranting, cabang, daerah hingga nasional.
Pelatih pembina pramuka yang menjadi narasumber, Heri Arma membawakan tentang kelembagaan dan keorganisasian Gerakan Pramuka. Ia menekankan, gugusdepan yang bernaung dan berpangkalan pada satuan pendidikan harus menjalankan ketentuan kelembagaan. Seperti wajib melaksanakan musyawarah gugusdepan setiap dua tahun, mempunyai kepengurusan yang aktif dan sebagainya.
Hal itu sebagai, jelasnya, sebagai syarat administratif dan utama agar sekolah berhak untuk melaksanakan kegiatan pendidikan kepramukaan. Dengan berbagai skema dan mekanisme pembinaan. Gugusdepan, berfungsi sebagai wadah pembangunan karakter, agen perubahan dan tempat penanaman nilai-nilai.
Heri juga menyampaikan, bagi sekolah yang sudah habis masa bakti gugusdepan, agar melaksanakan mugus dan sekolah yang belum memiliki gugusdepan agar bisa mengajukan pembuatan gugusdepan ke Kwarcab Medan melalui kwartir ranting masing-masing.
Narasumber berikutnya, kak Rohadi menyampaikan materi sejarah Gerakan Pramuka, mulai dari fase berdirinya kepanduan dunia, fase Hindia Belanda di Indonesia, fase pendudukan Jepang, awal kemerdekaan dan setelah kemerdekaan ditandainya dengan peleburan ratusan organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka.
Ia juga membawakan materi kiasan kepramukaan dan prinsip dasar kepramukaan. Di antaranya kiasan setangan leher yang bermakna peduli kepada diri pribadi, peduli kepada bangsa dan lingkungan dan taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.
Hadir dalam acara, para wakil ketua Kwarcab Medan, ketua kwartir ranting jajaran, para andalan cabang dan pelatih pembina pramuka yang tergabung dalam korps Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Kota Medan.
CLS dan MUI Kota Medan Gandeng Dinas LH Edukasi Warga Melalui Dakwah Ekoteologi
MUI Medan dan Yayasan CLS Perkuat Sinergi Ecoteologi untuk Atasi Krisis Sampah
Pelaksanaan MTQ Harus Jadi Gerakan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
Susunan Pengurus MUI Kota Medan Priode 2026-2031
Pengurus MUI Kota Medan Periode 2026-2031 Dikukuhkan, Ini Pesan Ketua Umum