Pengabdian Masyarakat Pertanian UMSU, Buat Pupuk Cair Biosaka dan Pestisida Nabati Berbahan Organik
Kegiatan
PKM UMSU 2023 itu di Kelompok Tani (Koptan) Berdikari Jaya dengan komoditi usaha tani jagung
yang berlokasi di Desa Perpanden Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, dengan
judul PKM adalah "Pembuatan Pupuk Cair Biosaka dan Pestisida Nabati Berbahan
Organik"
Biosaka
berasal dari dua suku kata yaitu Bio yang artinya hidup dan Saka singkatan dari
"Selamatkan Alam Kembali ke Alam" sehingga secara harfiah Biosaka adalah elisitor
yang berbahan aktif dari makhluk hidup yang berguna untuk menyelamatkan alam
dengan cara alami, tidak hanya bermanfaat untuk melestarikan lingkungan. Biosaka
juga bisa meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Selain
itu, penggunaan Biosaka juga bisa menghemat pupuk kimia dari pabrik hingga 50
persen, mengurangi serangan hama penyakit. hasil panennya berkualitas dan Biosaka
ini merupakan produk kearifan lokal. Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Program
PKM yaitu Muhammad Thamrin, M.Si pada saat pembukaan kegiatan PKM didampingi
anggota PKM yaitu Dr. Ir. Desi Ardilla,
M.Si dan Dr. Bunga Raya Ketaren, SP., M.Sc dengan Anggota dari Mahasiswa yakni Muhammad
Vallery dan Puspita Wulan Rahmadani.
Pembuatan
Biosaka
Pelaksanaan
kegiatan pelatihan oleh Tim PKM, juga didampingi oleh Penyuluh Pertanian
Lapangan WKPP Desa Perpanden Riswan Rudyanto, SP.
Menurut
Riswan pada pelatihan pembuatan Biosaka membutuhkan bahan yang sangat sederhana
yaitu rumput atau daun-daunan sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidak
terserang hama dan penyakit, tidak berlubang, ujung daun tidak kusam, tidak
jamuran, dan warna daunnya merata.
Daun
diambil dari pucuk cukup 2 sampai 4 daun dengan batangnya. Pilih rumput atau
daun minimal 5 jenis berasal dari tanaman yang berbeda.
Setelah
bahan dan alat tersedia, langkah berikutnya yaitu proses pembuatan Biosaka.
Adapun cara membuat Biosaka dengan mudah, campurkan seluruh bahan dalam air
bersih sebanyak 2 hingga 5 liter air.
Daun-daunan
atau rumput diremas sembari terus diaduk. Peremasan dilakukan sampai semua
bahan tercampur merata, biasanya memerlukan waktu 10 sampai 20 menit.
Pencampuran bahan tidak boleh menggunakan blender, mesin, atau alat tumbuk. Setelah
homogen secara sempurna kemudian saring Biosaka menggunakan saringan dan
masukkan dalam botol atau jerigen. Ramuan Biosaka bisa langsung diaplikasikan
dan sisanya dapat disimpan. Biosaka diaplikasikan dengan menyemprotkannya ke
tanaman, mengikuti arah angin dan dikabutkan
Pembuatan
Pestisida Nabati
Pada
pelatihan pembuatan Biosaka di Kelompok Tani Berdikari Jaya ini juga
dirangkaikan dengan kegiatan pembuatan pestisida nabati organik berbahan baku
Daun Nimba.
Daun
nimba merupakan salah satu tumbuhan sumber bahan pestisida nabati yang dapat
dimanfaatkan untuk pengendalian hama.
Daun
nimba mudah ditemukan dilokasi pengabdian serta proses pembuatan yang mudah dan
murah membuat antusias Kelompok Tani Berdikari Jaya mengikuti kegiatan ini
sampai akhir acara.
Ketua Kelompok Tani
yaitu Bapak Darmanta mengucapkan terima kasih akan pelaksanaan kegiatan PKM
dari UMSU ini.
"Alhamdulillah dengan adanya kegiatan
ini, banyak sekali manfaat yang bisa kami dapatkan, ternyata Biosaka yang saat
ini banyak diperbincangkan oleh petani se-Indonesia dapat dilatih juga di
kelompok tani saya dan ternyata pembuatannya tidak sesulit yang saya bayangkan
dan pembuatan pestisida nabati organik yang bahan bakunya yaitu daun Nimba ini,
banyak di lokasi kami, "buatnya pun gampang" ujar Darmanta.
Membersamai kegiatan PKM ini, Dosen Fakultas
Pertanian UMSU yaitu Khairunnisa Rangkuti, SP., M.Si, Sri Utami, SP., MP, Ir.
Wizni Fadhillah, M.Agr, Dr. Sasmita, SP., M.Si, Fitria, SP., MP, dan Hazen
Arrazie Kurniawan, SP., M.Si.
Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Gelar Sosialisasi dan Bimtek Tingkatkan Kompetensi Guru dan Tendik di Pancurbatu
Percut SeI Tuan Sukses Gelar Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan
Bimtek Guru dan Tendik di SD Negeri 101767 Deli Serdang, Tingkatkan Profesionalisme Pendidikan
BPP Medan Krio Deli Serdang Membersamai Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional
Dukung Ekonomi Kreatif di Desa Marindal II, Tim PKM UMA Sosialisasikan Inovasi Pengasapan Ikan Ramah Lingkungan