6071 Guru Pendidikan Agama Ikuti PPG Dalam Jabatan Batch 3
Menag menekankan bahwa profesi guru harus dilihat dari empat kriteria penting. Guru profesional harus mampu belajar bagaimana belajar (learning how to learn), belajar bagaimana mengajar (learning how to teach), mengajar bagaimana belajar (teaching how to learn), dan mengajar bagaimana mengajar (teaching how to teach).
"Tahun ini kita mengalokasikan dana sebesar Rp165 miliar untuk PPG. Angka ini tidak kecil di tengah situasi efisiensi, tetapi ini adalah investasi strategis, karena kunci pembangunan bangsa ada pada pendidikan, dan pendidikan ada pada guru," ujar Menag.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara diwakili Plt. Kepala Bagian Tata Usaha/Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Dr. H. Muksin Batubara, M.Pd yang mengikuti Pembukaan melalui pertemuan virtual mengatakan agar guru memandang PPG sebagai ruang transformasi, bukan hanya syarat administratif.
"Metodologi lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metodologi, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri. PPG ini harus melahirkan guru dengan jiwa profesional dan pesan moral yang kuat untuk murid-muridnya," ujarnya.
Hadir dalam pertemuan Pembukaan Pembelajaran PPG Kepala Bidang Bimas Kristen Dr. Arnot Napitupulu, MA, Pembimas Katolik Marihuttua Pasaribu, S.Ag, M.Si, Ketua Tim PAI pada Bidang Pakis Muhammad Asrul, S.Ag, M.Pd, Ketua Tim Guru pada Bidang Pendidikan Madrasah Endang Mustikawati, SE, Ketua Tim Pendidikan Agama Kristen Badenggan Abednego Sihombing, S.Th. susun kembali berita menggunakan bahasa jurnalistik dengan judul lebih menarik
Peringati Hari Kartini dan Hardiknas 2026, IKWI Sumut Anjangsana Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Warakauri PWI Sumut
Doa Bersama Lintas Agama dan Syukuran di Polrestabes Medan, Wujud Apresiasi May Day Kondusif
Kadis Pendidikan Tapsel Kini Dipimpin Perempuan. Efrida Yanti Fokuskan Kesetaraan dan Pemerataan Hingga Kepelosok
UINSU Kembali Cetak Guru Besar, Rektor : Harus Mampu Menjadi “Mercusuar Peradaban”
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital