Dikonfirmasi Terkait Aliran Dana CSR Bank Sumut, Walikota Tanjungbalai Hindari Wartawan
analisamedan.com -Dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan pemberian dana CSR Bank Sumut kepada Yayasan Al Fatwa Ailiyah dan dugaan penyalahgunaan wewenang Ketua TP PKK, Wali kota Tanjungbalai H.Waris Tholib menghindari wartawan dan terburu-buru masuk ke mobil dinasnya.
Sikap menghindar dari wartawan yang melakukan konfirmasi dipertontonton Waris usai menghadiri rapat paripurna LKPD di gedung DPRD Tanjungbalai, Senin (24/5).
Waris orang nomor satu di Kota Tanjungbalai yang akan maju kembali dalam Pilkada serentak 2024 ini mengelak lari dari wartawan yang mengajukan pertanyaan.
"Sama Kominfo saja," kata Waris sembari buru-buru masuk ke mobil dinasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Waris Tholib juga bungkam dengan tidak menjawab konfirmasi Wartawan melalui pesan WhatsApp yang dilayangkan pada Sabtu (15/6/2024).
Sementara dugaan penyimpangan pemberian dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp97.013.190,- kepada Yayasan Al Fatwa Ailiyah (AFA) disinyalir karena adanya "main mata" antara pihak Bank Sumut dan Ketua Yayasan AFA.
CSR Bank Sumut tersebut ditransfer langsung ke rekening Ketua Yayasan AFA, Hilda Aulia Fatwa yang merupakan Karyawan kontrak Bank Sumut Cabang Tanjungbalai dan juga anak kandung Wali Kota H.Waris Tholib.
Sementara itu, Ketua PKK Tanjungbalai, Hj. Fatiah Haitami Waris diduga melakukan penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara.
Dugaan tersebut muncul karena Fatiah Haitami diduga tidak melaksanakan tugasnya sebagai ASN selama 3 tahun, namun tetap menerima gaji, tunjangan sertifikasi, dan Tunjangan Hari Raya (THR). Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan oleh inspektorat. (WIKA)
DPRD Medan Apressiasi Walikota Benahi Medan Utara
DPRD Dukung Komitmen Walikota Benahi Medan Utara
DPRD MedanSampaikanTanggapan Walikota atas Perubahan Perda Sistem Kesehatan
Walikota Medan Sampaikan LKPJ Dalam Rapat Paripuna DPRD
FORMASSU Minta Surat Edaran Wali Kota Medan soal Daging Non-Halal Jangan Digiring ke Isu Sektarian