IPARI Batubara Gagas Pelatihan Karya Tulis untuk Penyuluh Agama

El-Khair - Jumat, 23 Agustus 2024 03:51 WIB
IPARI Batubara Gagas Pelatihan Karya Tulis untuk Penyuluh Agama
dok.analisamedan.com
PELATIHAN : IPARI Batubara melakukan terobosan dengan menginisiasi pelatihan karya tulis ilmiah bagi penyuluh agama di lingkungan Kemenag.

analisamedan.com - Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batubara, menggagas pelatihan karya tulis ilmiah untuk penyuluh agama di aula Kemenag Batubara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Limapuluh, Rabu (21/8).

Pelatihan dibuka secara resmi Kepala Kantor Kemenag Batubara Sakoanda Siregar yang mengapresiasi terobosan IPARI melaksanakan pelatihan karya tulis bagi penyuluh agama yang diharapkan dapat melahirkan pendakwah tidak saja terampil dalam lisan, tapi juga melalui tulisan (dakwah bilkitabah).

"Ini terobosan luar biasa dari IPARI Batubara. Sektor dakwah bilkitabah ini dengan tujuan jangka panjang diharapkan melahirkan penyuluh-penyuluh agama di lingkungan Kemenag Batubara yang mampu menulis," harapnya.

Selama ini, dakwah lisan (mulut) sudah banyak yang piawai dalam berceramah. Tapi dakwah melalui tulisan terlebih di mediamassa, bila terwujud akan turut mengharumkan Kemenag Batubara lewat IPARI bahwa penyuluhnya cakap dalam menulis.

Soekanda mengharapkan, peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut dan dirinya akan melihat hasilnya sembari memotivasi agar tindak lanjut ke depan, muncul penyuluh agama di lingkungan Kemenag Batubara dengan karya tulisnya.

Tingkatkan Kapasitas


Sebelumnya Ketua IPARI Batubara Alpian memaparkan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh yang berhimpun dalam organisasi tersebut agar memiliki keterampilan dalam menulis yang sangat berhubungan dengan tugas mereka.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber wartawan sekaligus Redaktur Mimbar Agama Islam harian Analisa Medan Suhayri Ramadhan dan penulis aktif artikel keislaman Amirul Khair yang juga berprofesi sebagai wartawan.

"Kita bersyukur, hari ini narasumber yang hadir adalah orang-orang sangat berkaitan dengan karya tulis bahkan orang yang langsung mengelola kolom untuk artikel keislaman," ungkap Alpian.

Sementara narasumber Suhayri Ramadan memaparkan, bahwa menulis di mediamassa khususnya tidak begitu sulit. Namun dibutuhkan kemauan kuat untuk memulainya dan konsisten untuk terus menulis.

Menurutnya, sebagai pengelola rubrik 'Mimbar Islam' di media tempatnya bekerja, karakteristik tulisan diutamakan ringan yang mudah dicerna dan dipahami pembaca sehingga punya nilai efektivitas dalam kebaikan.

"Inikan tulisan tentang dakwah mengajak pembacanya ke arah kebaikan. Jadi, mulailah dengan tulisan-tulisan ringan, tapi harus pula sesuai dengan kriteria penulisan," urai Suhayri.

Pelatihan berjalan lancar disambut antusias peserta yang terlihat aktif dalam bertanya baik motivasi dan kiat-kiat bisa menjadi penulis khususnya di mediamassa termasuk menjadi penulis buku.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru