Kasusnya Diduga Dipermainkan, Korban Penganiayaan Adukan Oknum Penyidik Polres Samosir ke Propam

Frans Zul Sianturi - Minggu, 17 Maret 2024 20:41 WIB
Kasusnya Diduga Dipermainkan, Korban Penganiayaan Adukan Oknum Penyidik Polres Samosir ke Propam
istimewa
Korban Oberton Sagala saat menunjukkan bukti lapornya ke Kepolisian

analisamedan.com -Meski empat orang pelaku penganiayaan terhadap korban Oberton Sagala telah ditangkap dan ditahan di Polres Samosir, namun korban sepertinya menilai kasus yang dialaminya diduga dipermainkan oleh oknum penyidik Polres Samosir. Sehingga korban Oberton Sagala sudah mengadukan oknum itu ke Divisi Propam Polda Sumatra Utara dan pada Senin, 18 Maret, ia akan menghadiri gelar perkara yang digelar di Propam Polda.

Hal itu disampaikan korban pada Minggu, 17 Maret saat dihubungi sejumlah wartawan dan dia mengaku meski dirinya mengalami penganiayaan berat, ia malah dilaporkan salah seorang pelaku berinsial AS dan parahnya laporan pelaku sudah masuk tahapan penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Natar Sibarani saat dikonfirmasi oleh media melalui pesan WhatsApnya mengatakan bahwa laporan salah satu pelaku berinsial AS sudah masuk ke tahap penyidikan.

"Iya benar, jadi kasus ini timbal balik karena bukan pengeroyokan tapi berantam sama-sama melakukan pemukulan," kata Natar Sibarani, Sabtu, 16 Maret.

Dalam kronologisnya, korban Oberton Sagala menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya terjadi pada sebuah pesta hajatan tangal 20 Januari 2024 lalu di kampung halamannya sendiri bernama BahalBahal.

Lalu, pada saat itu juga, empat orang pelaku yang saat ini sudah ditahan Polres Samosir AS, AD, ABS, dan DIS datang dari Pinal kampung sebelahnya. Lalu, saat semuanya sudah asik dan pada saat dirinya hendak membayar minuman, diakui korban, para pelaku tersinggung dan meledeknya. Melihat saling ledek, beberapa warga menyuruh korban untuk pulang kerumah dan tidak usah meladeninya.

Korban yang bersama dengan sepupunya bernama Bonar merasa tidak terima karena lokasi itu kampung mereka, padahal seharusnya ke empat orang itu yang lebih baik pulang karena mereka datang dari kampung sebelah.

Sebelum beranjak pulang, Bonar berusaha mendekati salah satu pelaku berinsial AS, namun AS langsung memukuli Bonar, dan korban berusaha untuk melerainya, namun yang terjadi keempat orang pelaku malah mengeroyoknya sehingga akibat kejadian itu, bibir, leher, tangan, dan kakinya terluka parah.

Korban Oberton Sagala juga mengapresiasi atas kinerja personil Polres Samosir yang telah manangkap keempat orang pelaku dan berharap pihak Polres Samosir akan menjalankan proses hukum secara adil dan berpihak pada kebenaran.

Terkait dirinya diadukan balik Ke Polres Samosir,Oberton Sagala akan melakukan langkah langkah hukum untuk berjuang sebagai korban penganiayaan dan berharap keadilan hukum masih memberikan rasa adil bagi korban seperti dirinya.

Editor
: Frans Zul Sianturi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru