Kiai Ferry Saptadiputra : Lindungi Anak dengan Akhlak Karimah

El-Khair - Selasa, 23 Juli 2024 16:40 WIB
Kiai Ferry Saptadiputra : Lindungi Anak dengan Akhlak Karimah
dok.analisamedan.com
Pimpinan Pondok Pesantren Abu Al-Fatih Kiai H Ferry Saptadiputra

analisamedan.com - Bagi orang tua, anak merupakan 'aset' paling berharga yang bukan saja sebagai permata hati, melainkan akan menjadi penolong di dunia dan akhirat. Namun keberadaan anak sebagai aset juga kelak akan dipertanggungjawabkan sehingga harus benar-benar dilindungi dengan cara menanamkan akhlak karimah (mulia)

Hal ini ditegaskan Pimpinan Pondok Pesantren Abu Al-Fatih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Kiai H Ferry Saptadiputra kepada analisamedan.com dalam merefleksikan Hari Anak Nasional 23 Juli 2024, Selasa (23/7).

Anak sebagai aset dan permata hati ini dijelaskan Rasulullah Saw dalam hadisnya yang menyebutkan, bahwa ketika manusia itu mati, maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara. Salah satunya anak soleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

"Inikan aset berharga bagi orang tua. Karena bagi orang tua, anak soleh akan memberikan manfaat bukan saja pada saat masih hidup di dunia ini, tapi juga ketika sudah mati," urai Fery.

Menurut Fery, kondisi perkembangan anak-anak saat ini cukup memprihatinkan dengan karakter negatif syang terbentuk dan banyak berperilaku jauh dari praktik kemuliaan akhlak. Kemerosotan akhlak karimah dalam diri anak-anak saat ini menunjukkan adanya yang salah terutama dalam edukasi kepada mereka.

Kemerosotan akhlak karimah anak-anak disebabkan beberapa hal. Pertama, minimnya pendidikan agama, kedua, lingkungan kehidupan di masyarakat yang sudah rusak dan, ketiga, orang tua yang tidak perhatian terhadap anak-anaknya.

"Ketiga faktor ini sangat penting yang menyebabkan kemerosotan akhlak karimah anak-anak saat ini," ujar Ferry yang juga Ketua Majelis Taklim Al-Fatih Sumatera Utara ini.

Sangat Memengaruhi

Menurutnya, ketiga faktor di atas sangat mendominasi memengaruhi karakter tidak baiknya sehingga jauh dari perilaku akhlak karimah. Pendidikan agama yang minim harus menjadi perhatian serius orang tua terhadap anak.

Karena itu, untuk membentuk perilaku akhlak karimah pada diri anak-anak, orang tua harus menanamkan nilai-nilai agama dengan tidak hanya mengandalkan kepada lembaga pendidikan formal di sekolah.

Sebab pendidikan agama di sekolah sangat tidak cukup, Mereka mendapatkan pendidikana agama sekali dalam sepekan dengan 2 les berkisar hanya 1,5 jam. Kondisi itu juga dihadapkan dengan fakta seorang guru harus mendidik 30 anaknya hanya sekali dalam sepekan.

"Sangat tidak cukup. Maka perlu pengawasan dan peran orang tua dalam keluarga untuk pendidikan agama dengan semisal, mengajikan kepada guru agama serta perilaku-perilaku keteladanan dalam kehidupan di keluarga," paparnya.

Orang tua juga harus memberikan pengawasan ketat terhadap pergaulan anak-anaknya di lingkungan masyarakat. Faktor lingkungan turut menentukan perilaku anak. Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik. Sebaliknya lingkungan tidak baik akan merusak mereka.

"Bukan anak-anak tidak boleh bermain di lingkungan masyarakat. Tapi harus diawasi sehingga tidak berdampak negatif," jelas Ferry.

Ia kembali mengingatkan orang tua untuk peduli terhadap tumbuh kembang anak. Ketidakpedulian orang tua menyebabkan rusaknya masa depan anak-anak. Bukan saja kerugian bagi orang tua di dunia, tapi kelak di akhirat ketika akan diminta pertanggungjawaban dari Allah atas amanah yang dtitipkan-Nya kepada kita berupa anak.

"Pedulilah terhadap anak. Jangan anak sampai jam 2 dinihari gak pulang dibiarkan, tapi bebek yang tidak nampak justru dicari-cari," tandasnya.

Ferry Saptadiputra selaku pimpinan Pondok Pesantren Abu Al-Fatih turut mengucapkan "Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024" dengan harapan upaya melindungi anak dengan akhlak karimah menjad gerakan membumi di dalam keluarga.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru