Komitmen PT Agincourt Resources Kelola Tambang Berbasis Lingkungan

Amir Hamzah Harahap - Rabu, 17 Juni 2026 18:28 WIB
Komitmen PT Agincourt Resources Kelola Tambang Berbasis Lingkungan
analisamedan.com -PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menghadiri acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kebun Raya Sipirok, Rabu (17/6/2026),

Acara yang digelar pada tanggal 17-18 Juni 2026 di Kebun Raya Sipirok tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu.

Sejumlah undangan dari perwakilan dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, pelajar, guru, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup turut hadir di acara itu.

Mahmud Subagya, Manager Environmental Agincourt Resources dalam sambutannya menyampaikan, komitmen PT AR dalam menjalankan pengelolaan tambang berbasis lingkungan.

"Komitmen PT Agincourt Resources diwujudkan melalui rehabilitasi lahan, efisiensi energi dan pengurangan emisi, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular," ungkap Mahmud Subagya.

Pada pemulihan lingkungan, kata dia, PTAR menerapkan pendekatan rehabilitasi lahan secara progresif. Artinya, pemulihan lingkungan tidak menunggu hingga masa pascatambang, tetapi dilakukan segera setelah suatu area tidak lagi digunakan untuk kegiatan operasional.


"Hingga akhir 2025, PTAR telah merehabilitasi lahan seluas 54 hektare sebagai bagian dari upaya memulihkan fungsi lahan sekaligus memperkuat lanskap ekosistem hutan di sekitar area tambang," jelasnya.

Untuk mendukung rehabilitasi, PTAR memiliki tim rehabilitasi khusus serta fasilitas nursery sekitar 6.000 meter persegi di area Tambang Emas Martabe.

"Pada tahun 2025, nursery ini telah memproduksi sebanyak 52.759 bibit spesies tumbuhan cepat tumbuh seperti sengon, waru, dan jati putih serta spesies tumbuhan lokal seperti torop, simarbaliding, barus, dan jotik-jotik untuk ditanam di area rehabilitasi dan area konservasi. Total bibit tanaman lokal dan tanaman cepat tumbuh yang telah disemai dan dikembangkan di nursery sepanjang 2021 – 2025 mencapai 187.615 bibit," katanya.

Dalam pelaksanaannya, PTAR didampingi oleh Biodiversity Advisory Panel (BAP), panel independen yang dibentuk sejak 2019 dan beranggotakan para ilmuwan Indonesia yang memiliki keahlian di bidang ekosistem hutan. Panel ini memberikan masukan ilmiah terkait pengelolaan dan pelestarian keanekaragaman hayati, termasuk dalam kegiatan rehabilitasi lahan.

"Agar kekayaan alam Batang Toru terus terjaga, PTAR mendirikan stasiun riset di dalam area konservasi yang dikembangkan PTAR. Selain mendukung konservasi dan pelestarian ekosistem, stasiun riset dapat menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti serta ke depannya dapat mendukung pariwisata berkelanjutan," ucapnya Mahmud dihadapan tamu undangan.

Dia juga menjelaskan bahwa Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi, PTAR telah membangun solar panel dan menggunakan excavator ramah lingkungan.

"Di tahun 2022 lalu, PTAR membangun instalasi solar panel berkapasitas 2,0 MWP menggunakan sistem on grid rooftop di Tambang Emas Martabe. Solar PV dipasang di tiga area, yaitu area high land, low land, dan area mess yang mencakup 42 bangunan. Dan Tahun 2023, PTAR telah menggunakan excavator ramah lingkungan Komatsu HB365-1. Alat berat berteknologi hybrid keluaran PT United Tractors Tbk. dan Komatsu itu diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 17% dan mengurangi gas buang emisi karbon hingga 13 kg per jam," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu mengaku, tambang emas martabe atau PTAR merupakan salah satu tambang terbaik yang ada di Indonesia.

"Saya sudah mendatangi dan berkeliling melihat tambang yang ada di Indonesia, dan PTAR adalah salah satu tambang yang terbaik," katanya.

Dia juga mengajak seluruh elemen untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi dan menggerakkan kesadaran publik terkait pengelolaan lingkungan dan sampah.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada partisipasi masyarakat. Karena jika lingkungan tidak dikelola dengan baik, maka yang merasakan dampaknya adalah kita semua," tegasnya.

Gus Irawan turut mengapresiasi berbagai perusahaan dan organisasi yang selama ini berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan di Tapanuli Selatan.

"Saya berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," tandasnya.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru