Merubah Mindset Masyarakat, Enam Doktor UMA “Terjun” ke Desa Sayur Matua Aek Nabara Palas
analisamedan.com - Sebanyak enam doktor Universitas Medan Area (UMA) "terjun" ke Desa Sayur Matua Kecamatan Aek Nabara Barumum Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan yang dikemas dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) itu berlangsung selama dua hari mulai, Jumat (10/01) dan Sabtu (11/01) tahun 2025.
"Kami langsung ketemu dengan Kepala Desa Sayur Matua H A. Lawali SH, MH beserta aparat pemerintahan desa, dan kemudian bersama kepala desa turun menjumpai masyarakat," ungkap Ketua Tim Dr. Farida Hanum Siregar, S.Psi, M.Psi.
Dijelaskannya, kehadiran mereka ke Desa Sayur Matua Aek Nabara Barumun Kabupaten Palas ingin melihat potensi –potensi yang dimiliki, sebagai awal untuk mempetakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa setempat, sekaligus mencari solusi untuk menjadikan Desa Sayur Matua sebagai desa percontohan di Kabupaten Palas, yang masyarakatnya memiliki pola pikir maju dengan tidak mengabaikan kearifan lokal.
Tim menyempatkan ke TK Al Maksun dan Madrasah Al Maksum Sayur Matua bertemu dengan orangtua/walimurid, dan para siswa, serta para kader PKK, Kader Posyandu dan guru – guru Desa Sayur Matua.
Temuan – temuan yang diperoleh antara lain, masih belum banyak tersentuh teknologi dalam bidang perkebunan dan pertanian.
Kemudian masih minimnya pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan hingga pembangunan kawasan wisata (belum ada tim penggerak) sehingga hasilnya tidak memuaskan, bahkan hanya terkesan sebatas seremonial program kerja.
Temuan lainnya, belum terwujudnya masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk berbuat bagi kemajuan diri dan keluarga serta desanya. Belum terdata wadah remaja/pemuda sebagai penggerak desa.
"Jadi saat bertemu dengan berbagai komponen masyarakat tersebut, kami melihat banyak persoalan yang dikemukakan diantaranya keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, tidak adanya pengelolaan lahan pertanian holtikultura dikarenakan hama monyet, dan persoalan yang lainnya adalah perilaku masyarakat yang belum mau berubah. Nah di sini kita mencoba memberikan pemahaman dan penyadaran untuk berubah menjadi desa yang maju dan bisa menjadi desa percontohan," tambah Dr M. Fadli Nugraha
Lebih lanjut Dr. Farida mengatakan tim yang turun langsung ke Desa Sayur Matua terdiri dari dua fakultas yakni Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kedua fakultas di lingkungan UMA tersebut melebur menjadi dua tim yakn Tim I, Dr Selamat Riady, SE, M.Ikom, CiiQa, Dr. Syafrizaldi, S.Psi, M.Psi dan Meri Hafni, S.Psi, M.Si dengan Tema PKM " Eksplorasi Potensi Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani di Desa Sayur Matua Kabupaten Padang Lawas,"
Sedangkan Tim II, terdiri atas Dr. Farida Hanum Siregar, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Dr. M.Fadli Nugraha S.Psi, M.Psi dan Dr. Taufik Wal Hidayat, S.Sos, M.AP dengan tema " Psikoedukasi Masyarakat Madan di Desa Sayur Matua Kabupaten Padang Lawas".
Dari dua tim yang turun ini, berdasarkan observasi dan masukan dari berbagai komponen masyarakat, nantinya kami, ujar Farida Hanum Siregar, pihaknya akan merekomendasi kepada Pemerintahan Desa Sayur Matua yang dipimpin Kades H. A Lawali Hasibuan SH,MH, apa saja yang harus dilakukan sesuai persoalan yang muncul agar Desa Sayu Matua mampu menjadi "Desa Percontohan"
Kades Sayur Matua H. A Lawali Hasibuan SH,MH menyampaikan terima kasih atas kehadiran para dosen Universitas Medan Area dan berharap membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat Desa Sayur Matua. "Kami berharap ada rekomendasi dari tim dosen UMA agar ke depan masyarakat desa berkembang dan maju," ucapnya.
Raih Gelar Doktor, Aktivis Pemuda Muslim Sumut Ucapkan Selamat kepada Dr. Zulfahmi Hasibuan, S.Pd.I, M.Pd
Kerjasama dengan BSI, Guru Yayasan Doktor Haji Maratua Simanjuntak Bisa Miliki Rumah DP 0 %
Yuliana Kansrini Raih Gelar Doktor Cum Laude di UMA: Teliti Keberhasilan Wirausaha Muda Pertanian di Sumatera
UMSU dan Muhammadiyah Anugerahi Gelar Kehormatan kepada Raja Muda Perlis
PMI Palas Gelar Musyawarah Kerja dan Orientasi Kepalang Merahan