Perkuat Ekonomi Desa, AKSI Padangsidimpuan Dukung KDMP
Amir Hamzah Harahap - Rabu, 12 Agustus 2026 13:38 WIB
analisamedan.com -Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Aksi) Kota Padangsidimpuan Abdullah Syukur Hasibuan yang juga Kepala Desa Batang Bahal beharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) untuk segera bisa beroperasional dalam rangka penguatan ekonomi desa, Rabu (12/08/2026).
"Atas rampungnya bangunan Kopdes ini saya mewakili masyarakat Desa Batang Bahal berterima kasih kepada Bapak Dandim 0212/Tapanuli Selatan Letkol Inf Dedi Harnoto dan jajaran atas perhatian dan dukungannya dalam rangka mempesiapkan wadah ekonomi kerakyatan ini" Kata Abdullah Kades Batang Bahal, Kota Padangsidimpuan.
Abdullah menjelaskan Bahwa Kopdes Merah Putih di Desa Batang Bahal, Kecamatan Batu Nadua secara fisik akan segera rampung dan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.
Sehingga Kopdes/Kel Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak akan menggantikan ataupun bersaing dengan BUMDes, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi di desa.
"Kita berharap agar koperasi ini bisa beroperasi seratus persen. Sehinga aktivitasnya akan dapat membantu para petani dan pelaku UMKM di desa dalam rangka penguatan ekonomi desa melalui penyerapan hasil produksi masyarakat" Ucap Abdullah.
Sejalan dengan hal tersebut, Abdullah memaparkan fungsi Kopdes juga sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan para pengusaha UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Serta Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi infrastruktur ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah. Penyaluran pupuk bersubsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), gas elpiji, bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, hingga berbagai bantuan sektor lainnya diarahkan melalui sistem koperasi yang lebih terorganisasi.
"Jadi dengan terintegrasinya Kopdes maka akan lebih terorganisir kebutuhan warga maupun petani. Selain itu juga hasil komoditas pertanian dan UMKM bisa diserap oleh Koperasi Desa yang outputnya harga akan lebih terjamin. Harapannya Kopdes tidak hanya tempat belanja melainkan juga sebagai simpul distribusi berbagai program" Tegasnya.
DAMPAK KDMP TERHADAP PEMBANGUNAN DESA
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan kemandirian. Keberadaan KDMP di desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi sosial masyarakat desa secara berkelanjutan.
1. Dampak Ekonomi Langsung Bagi Warga
KDMP memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Melalui unit usaha simpan pinjam, perdagangan, jasa, dan kemitraan usaha, warga mendapatkan: Akses permodalan yang lebih mudah, murah, dan aman dibandingkan lembaga keuangan informal. Kesempatan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Perputaran ekonomi desa yang lebih sehat karena transaksi dilakukan di dalam desa sendiri. Dengan demikian, ketergantungan warga terhadap rentenir atau pinjaman berbunga tinggi dapat ditekan secara signifikan.
2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pengurangan Pengangguran
KDMP membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, baik sebagai: Pengurus dan pengelola koperasi, Tenaga administrasi dan akuntansi, Tenaga operasional unit usaha koperasi
Mitra usaha dan pemasok lokal Hal ini berdampak pada berkurangnya angka pengangguran desa dan meningkatnya pendapatan keluarga.
3. Peningkatan Kapasitas dan Literasi Keuangan Warga
Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan rapat anggota, KDMP berperan aktif dalam:
Meningkatkan pemahaman warga tentang pengelolaan keuangan Membiasakan budaya menabung dan berinvestasi, Mendorong transparansi dan akuntabilitas ekonomi
Warga tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang lebih cerdas dan mandiri.
4. Penguatan Solidaritas Sosial dan Gotong Royong
KDMP memperkuat ikatan sosial antarwarga desa karena: Kepemilikan koperasi bersifat kolektif (milik anggota), Keputusan strategis diambil melalui musyawarah anggota
Keuntungan usaha (SHU) dibagikan secara adil dan proporsional Hal ini menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan solidaritas sosial yang kuat.
5. Optimalisasi Potensi Lokal Desa
KDMP menjadi wadah untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa seperti: Jasa konstruksi, logistik, dan perdagangan desa, Kerja sama dengan BUMDes, UMKM, dan pihak ketiga
Potensi desa yang sebelumnya tidak tergarap maksimal dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
6. Kontribusi Terhadap Pembangunan Desa
Keuntungan dan aktivitas KDMP secara tidak langsung mendukung pembangunan desa melalui:
Peningkatan daya beli masyarakat. Penguatan ekonomi lokal, Dukungan terhadap program-program desa. Pengurangan kesenjangan ekonomi. KDMP menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera.
7. Ketahanan Ekonomi Desa Jangka Panjang
Dengan sistem usaha yang berbasis anggota dan potensi lokal, KDMP membantu desa memiliki: Ketahanan ekonomi terhadap krisis, Sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan, Struktur ekonomi desa yang lebih stabil dan inklusif.
"Atas rampungnya bangunan Kopdes ini saya mewakili masyarakat Desa Batang Bahal berterima kasih kepada Bapak Dandim 0212/Tapanuli Selatan Letkol Inf Dedi Harnoto dan jajaran atas perhatian dan dukungannya dalam rangka mempesiapkan wadah ekonomi kerakyatan ini" Kata Abdullah Kades Batang Bahal, Kota Padangsidimpuan.
Abdullah menjelaskan Bahwa Kopdes Merah Putih di Desa Batang Bahal, Kecamatan Batu Nadua secara fisik akan segera rampung dan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.
Sehingga Kopdes/Kel Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak akan menggantikan ataupun bersaing dengan BUMDes, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi di desa.
"Kita berharap agar koperasi ini bisa beroperasi seratus persen. Sehinga aktivitasnya akan dapat membantu para petani dan pelaku UMKM di desa dalam rangka penguatan ekonomi desa melalui penyerapan hasil produksi masyarakat" Ucap Abdullah.
Sejalan dengan hal tersebut, Abdullah memaparkan fungsi Kopdes juga sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan para pengusaha UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Serta Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi infrastruktur ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah. Penyaluran pupuk bersubsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), gas elpiji, bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, hingga berbagai bantuan sektor lainnya diarahkan melalui sistem koperasi yang lebih terorganisasi.
"Jadi dengan terintegrasinya Kopdes maka akan lebih terorganisir kebutuhan warga maupun petani. Selain itu juga hasil komoditas pertanian dan UMKM bisa diserap oleh Koperasi Desa yang outputnya harga akan lebih terjamin. Harapannya Kopdes tidak hanya tempat belanja melainkan juga sebagai simpul distribusi berbagai program" Tegasnya.
DAMPAK KDMP TERHADAP PEMBANGUNAN DESA
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan kemandirian. Keberadaan KDMP di desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi sosial masyarakat desa secara berkelanjutan.
1. Dampak Ekonomi Langsung Bagi Warga
KDMP memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Melalui unit usaha simpan pinjam, perdagangan, jasa, dan kemitraan usaha, warga mendapatkan: Akses permodalan yang lebih mudah, murah, dan aman dibandingkan lembaga keuangan informal. Kesempatan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Perputaran ekonomi desa yang lebih sehat karena transaksi dilakukan di dalam desa sendiri. Dengan demikian, ketergantungan warga terhadap rentenir atau pinjaman berbunga tinggi dapat ditekan secara signifikan.
2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pengurangan Pengangguran
KDMP membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, baik sebagai: Pengurus dan pengelola koperasi, Tenaga administrasi dan akuntansi, Tenaga operasional unit usaha koperasi
Mitra usaha dan pemasok lokal Hal ini berdampak pada berkurangnya angka pengangguran desa dan meningkatnya pendapatan keluarga.
3. Peningkatan Kapasitas dan Literasi Keuangan Warga
Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan rapat anggota, KDMP berperan aktif dalam:
Meningkatkan pemahaman warga tentang pengelolaan keuangan Membiasakan budaya menabung dan berinvestasi, Mendorong transparansi dan akuntabilitas ekonomi
Warga tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang lebih cerdas dan mandiri.
4. Penguatan Solidaritas Sosial dan Gotong Royong
KDMP memperkuat ikatan sosial antarwarga desa karena: Kepemilikan koperasi bersifat kolektif (milik anggota), Keputusan strategis diambil melalui musyawarah anggota
Keuntungan usaha (SHU) dibagikan secara adil dan proporsional Hal ini menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan solidaritas sosial yang kuat.
5. Optimalisasi Potensi Lokal Desa
KDMP menjadi wadah untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa seperti: Jasa konstruksi, logistik, dan perdagangan desa, Kerja sama dengan BUMDes, UMKM, dan pihak ketiga
Potensi desa yang sebelumnya tidak tergarap maksimal dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
6. Kontribusi Terhadap Pembangunan Desa
Keuntungan dan aktivitas KDMP secara tidak langsung mendukung pembangunan desa melalui:
Peningkatan daya beli masyarakat. Penguatan ekonomi lokal, Dukungan terhadap program-program desa. Pengurangan kesenjangan ekonomi. KDMP menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera.
7. Ketahanan Ekonomi Desa Jangka Panjang
Dengan sistem usaha yang berbasis anggota dan potensi lokal, KDMP membantu desa memiliki: Ketahanan ekonomi terhadap krisis, Sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan, Struktur ekonomi desa yang lebih stabil dan inklusif.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
H. Muhammad Lokot Nasution Serahkan Beasiswa Tahfiz untuk 25 Mahasiswa FAI UMA
Satresnarkoba Bongkar Dugaan Transaksi Sabu Berkedok Warnet
Fraksi PAN-Perindo DPRD Medan Desak Pemo Terapkan Sistem Digitalisasi
DPRD Medan Minta Pemko Beri Perhatian Pembangunan Medan Utara
Fraksi Golkar Kritisi LPJ Walikota "Yang Berkembang Birokratnya, Bukan Kesejahteraan Rakyatnya"
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS Sampaikan Catatan Penting
Komentar