Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H

Gustan Pasaribu - Rabu, 27 Mei 2026 12:19 WIB
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H
analisamedan.com/gustanpasaribu
Ketua Yayasan Perguruan Haji Agus Salim, M. Erwin Siregar bersama Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan saksikan penyembelihan hewan qurban di kampus UMA.

analisamedan.com - Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Universitas Medan Area berlangsung khidmat dan penuh makna. Pada momentum tersebut, UMA menyembelih sebanyak 24 ekor lembu dan 2 ekor kambing sebagai hewan qurban.

Sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, Ketua Yayasan Perguruan Haji Agus Salim, M. Erwin Siregar bersama Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan serta civitas akademika UMA terlebih dahulu melaksanakan Salat Iduladha di Masjid At-Taqwa Kompleks UMA.Rabu (27/5/2026)

Salat Iduladha tersebut diisi dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Zainun. Dalam khutbahnya, ia menjelaskan makna mendalam ibadah haji dan qurban sebagai bentuk totalitas penghambaan manusia kepada Allah SWT.

Menurutnya, inti dari ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. Ia menyebut Padang Arafah merupakan miniatur Padang Mahsyar, tempat seluruh manusia kelak dikumpulkan pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah SWT.

"Di Padang Arafah itulah manusia diingatkan tentang hakikat kehidupan dan pentingnya kembali berserah diri kepada Allah SWT. Di tempat itu pula Nabi Adam AS memohon ampun kepada Allah setelah diturunkan ke bumi," ujarnya dalam khutbah.

Selain itu, Ustadz Zainun juga menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS menerima perintah qurban sebagai bukti ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT. Sedangkan Nabi Muhammad SAW menerima penegasan mengenai pentingnya wukuf di Arafah sebagai rukun haji yang paling utama.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Sementara itu, Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan mengatakan bahwa kegiatan penyembelihan hewan qurban memiliki makna mendalam bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang melaksanakan ibadah qurban pada tahun ini.

"Qurban mengajarkan kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menyiapkan diri mengorbankan apa pun demi ketakwaan tersebut. Salah satu makna simbolis dalam penyembelihan hewan qurban adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia," ujarnya.

Ia menambahkan, seseorang yang telah berqurban diharapkan mampu menghilangkan sifat-sifat buruk dalam dirinya sehingga dapat membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

"Dengan semakin banyak orang yang berqurban, kita berharap hal itu dapat memberikan dampak terhadap terciptanya bangsa Indonesia yang lebih baik. Darah hewan qurban yang mengalir juga menjadi bukti ketakwaan kita sebagai hamba kepada Allah SWT," katanya.

Meski demikian, menurutnya, perubahan perilaku manusia melalui nilai-nilai qurban masih membutuhkan dukungan para ustaz dan ulama dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, UMA setiap tahun terus meningkatkan jumlah hewan qurban agar semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekitar," tambahnya.

Hewan qurban yang disembelih di lingkungan UMA selanjutnya dibagikan kepada masyarakat sekitar kampus sebagai bentuk syiar Islam sekaligus upaya berbagi untuk membantu peningkatan gizi dan nutrisi masyarakat.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru