Wamenag Apresiasi Kolaborasi Tokoh Agama Se-Sumut Jaga Kerukunan
Wamenag menyoroti masih adanya tantangan kerukunan di tingkat lokal, seperti sengketa rumah ibadah, penolakan kegiatan ibadah, hingga penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Ia menegaskan pentingnya peran FKUB sebagai garda terdepan dalam merawat harmoni. "Moderasi beragama adalah strategi utama menjaga ketahanan sosial bangsa," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data PKUB, Sumatera Utara memiliki pluralitas tinggi namun juga berpotensi mengalami gesekan berbasis SARA. Ia mencontohkan penyelesaian kasus rumah ibadah di Deli Serdang tahun lalu yang berhasil dimediasi FKUB. "Itu contoh baik yang harus terus direplikasi," tambahnya.
Wamenag mendorong FKUB untuk terus menginternalisasi narasi damai, menjadi penangkal hoaks dan propaganda ekstremisme, serta memperkuat sinergi lintas iman dengan pendekatan kearifan lokal. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat untuk mencegah penyebaran narasi sektarian.
PWI Sumut Tebar Kepedulian Iduladha 1447 H, Sembelih 4 Sapi dan 2 Kambing
Farid Wajdi Soroti Blackout Sumatera: Negara Jangan Sibuk Pencitraan, Tapi Perkuat Ketahanan Energi
Angkutan Petikemas di Sumatera Utara Tumbuh Konsisten, Dukung Efisiensi Logistik Nasional
Ribuan Kayu Rimba Diduga Ilegal Diamankan, Yayasan CLS Dukung Langkah Gakkum Kehutanan
CLS dan MUI Kota Medan Gandeng Dinas LH Edukasi Warga Melalui Dakwah Ekoteologi