Menumbuhkan UMKM Berbasis Risk Acceptance Criteria

Oleh Babay Parid Wazdi (Dirut Bank Sumut dan Pemerhati UMKM)
Sugiatmo - Selasa, 05 Maret 2024 06:19 WIB
Menumbuhkan UMKM Berbasis Risk Acceptance Criteria
analisamedan/dok
Babay Parid Wazdi (Dirut Bank Sumut dan Pemerhati UMKM)

analisamedan.com - ANCAMAN perlambatan pertumbuhan ekonomi mencuat belakangan ini. Setelah ekonomi Jepang, Jerman dan Inggris juga masuk ke dalam jurang resesi. Sementara Indonesia, masih mampu tumbuh 5,05% di 2023 sekaligus memosisikan diri sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Kokohnya pertumbuhan ekonomi domestik dibandingkan dengan negara-negara lainnya tidak terlepas dari arah kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih domestic oriented. Kebijakan pertumbuhan yang berorientasi pada konsumsi domestik, dan tidak begitu mengandalkan perdagangan dengan negara lain. Walaupun dinilai sebagai strategi pertumbuhan ekonomi yang defensif, nyatanya ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di tengah tekanan ekonomi yang terjadi di negara lain yang berujung pada resesi.

Namun, tidak perlu bereuforia dengan capaian tersebut, serta tetap berupaya untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi saat ini bisa dipertahankan. Targetnya bisa tumbuh lebih baik di tahun ini dan di masa yang akan datang.

Mengingat pertumbuhan ekonomi Tanah Air saat ini dikelola dengan cara yang tradisional, sehingga salah satu cara untuk mempertahankan konsumsi domestik adalah harus tetap bertumpu pada bagaimana upaya untuk mengembangkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu masalah mendasar yang membuat pelaku UMKM sulit untuk berkembang adalah keterbatasan akan akses modal.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru