Menumbuhkan UMKM Berbasis Risk Acceptance Criteria
Secara garis besar, terkait akses modal ini, ada dua hal yang perlu disoroti, yakni dari sisi eksternal dan internal pelaku UMKM. Dari sisi eksternal adalah kemampuan atau kesiapan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM, yang pada umumnya juga harus patuh pada kebijakan manajemen risiko masing-masing bank.Sementara, dari sisi internal adalah kesiapan pelaku UMKM itu sendiri saat mengajukan permohonan pembiayaan ke bank. Dalam hal ini, pelaku UMKM akan mengambil risiko untuk kepentingan investasi, dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
Tulisan ini mengulas bagaimana menyelaraskan risiko yang bisa diterima perbankan dengan kebutuhan pembiayaan pelaku UMKM. Dengan begitu, diharapkan bank dan pelaku UMKM bisa dapat saling bersinergi, yang nantinya akan bermuara pada terciptanya inklusi keuangan di masyarakat serta menjadi fondasi bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.Pada dasarnya industri UMKM memiliki operasional yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan industri besar.
Sehingga, analisis kredit UMKM cenderung lebih spesifik terkait dengan karakter usaha yang dijalankan. Perbankan menjadi faktor eksternal bagi pelaku UMKM, yang dalam konteks ini ekosistem perbankan harus beradaptasi dengan kebutuhan pelaku UMKM di setiap masanya. Bukan bermaksud untuk mengurangi tingkat kehati-hatian dalam penyaluran kredit perbankan ke pelaku UMKM.
Namun, pemerintah, perbankan, juga kita semua harus sepemahaman bahwa kita membutuhkan upaya ekstra untuk menjaga momen pertumbuhan ekonomi ini. Kita harus beradaptasi dengan ekosistem saat ini, di mana kita perlu menjaga konsumsi domestik di tengah memburuknya situasi ekonomi global, ditambah dengan upaya untuk mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru.
JLC Race Award 2025, Gelar Malam Apresiasi JNE bagi Kesuksesan UKM di Indonesia
Rumah Zakat Dukung Penguatan UMKM, Salurkan Bantuan Kewirausahaan di Air Joman
Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Sri Rezeki Tekankan Pentingnya Kolaborasi Strategis dan Penguatan Koperasi
Korban Keracunan MBG Makin Masif, Farid Wajdi: Hukum Tak Boleh Diam
Ironi Program MBG, Ribuan Anak Keracunan, Sistem Pengawasan Gagal Total