Hakikat Alhamdulillah

Oleh : Amirul Khair
El-Khair - Jumat, 20 Desember 2024 11:26 WIB
Hakikat Alhamdulillah
dok.analisamedan.com


Namun faktanya, bentuk nikmat-nikmat seperti ini tidak disukai nafsu dalam diri manusia sehingga menolak bahkan berujung kepada perkataan, perilaku, sikap dan ekspresi yang justru tidak disukai Allah Swt bahkan mengundang murka-Nya.

Coba perhatikan firman Allah Swt dalam surat Albaqarah ayat 155-157, terekam jelas bahwa semua bentuk musibah, rasa ketakutan (khauf), kelaparan (juk), kekurangan harta (naqsi minal amwaal), jiwa (Alanfus) kekurangan buah-buahan seperti gagal panen (Alsamaraat), akan diganjar Alah Swt dengan kegembiraan bila semua musibah itu disikapi dengan sabar yang juga bentuk syukur dari hakikat tahmid lewat ucapan Alhamdulillah.

Firman-Nya : "Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Inn? lill?hi wa inn? ilaihi r?ji'?n" (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tu-hannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q.S.Albaqarah (2) : 155-157).

Nabi Muhammad Saw juga menjelaskan hakikat dari musibah yang menimpa seorang hamba merupakan penggugur atau penebus dosa (kafarah) dari tindakan salah yang bermuara dosa selama menjalani hidup.

Sabda Nabi Muhammad Saw : "Tidaklah menimpa seorang Muslim suatu keletihan, penyakit, kecemasan kesedihan, kesulitan, kesedihan, kesakitan dan kepedihan, bahkan hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan segala kesalahannya." (Riwayat Bukhari-Muslim).

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan Imam Bukhari, Nabi Muhammad Saw bersabda : "Tidaklah menimpa seorang Muslim suatu bencana berupa penyakit dan yang lainnya melainkan dengan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya."

Betapa luar biasa makna hakikat dari lafaz tahmid Alhamdlillah yang selayaknya senantiasa meluncur dari bibir dan hati orang-orang beriman saat menerima apa pun bentuk nikmat-Nya baik yang disenangi nafsu manusia maupun tidak

Sebab hakikat semua takdir Allah Swt atas diri orang-orang beriman merupakan bentuk rahmat atau kasih sayang Allah Swt kepada hamba sehingga wajib memuji-Nya karena Allah Swt sagat menyukai pujian dari hamba-hamba-Nya. Billahi Fisabilil Haq



Editor
: El-Khair
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru