Melalui Workshop : FKUB Kota Medan lahirkan Modul Kerukunan Umat dan Moderasi Beragama
analisamedan.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan melaksanakan kegiatan workshop Penulisan modul kerukunan umat dan moderasi beragama.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus FKUB Kota Medan, Ketua Program Studi Studi Agama-Agama UINSU, Pengurus Perempuan Kerukunan Kota Medan dan juga tokoh yang berasal dari perwakilan semua agama di Kota Medan.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang dilaksanakan di Hotel Grand Mutiara berastagi pada hari Jumat sampai dengan Minggu 3 s/d 5 November 2023. Ketua FKUB Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I dalam kata sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian untuk membuat modul kerukunan yang akan menjadi pegangan wajib bagi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Relawan Kerukunan dan aktivis dalam rangka sebagai Kota Kerukunan dan Damai.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Medan, Bapak Andy Mario Siregar, AP, S.Sos yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa keberadaan Modul kerukunan itu sangat penting.
Baca Juga : UIN Sumut Kukuhkan Guru Profesional Program PPG, Prof Nurhayati Dorong Untuk Lebih Giat Kembangkan Ilmu
Kendati saat ini banyak buku tentang kerukunan namun Modul yang digunakan untuk pelatihan dan Pendidikan kader kerukunan ini sangat penting. Mario mengatakan, bahwa kerukunan tidak dating begitu saja, tetapi harus diusahakan dan diperjuangkan.
Pemerintah Kota Medan sangat bersyukur dengan peran yang diperankan FKUB selama ini dalam membangun kerukunan umat beragama di Kota Medan. Beberapa kasus yang mencuat selama ini, seperti di Marelan, Bajak V dan beberapa tempat lainnya, bisa diselesaikan dengan baik dengan keberadaan FKUB Medan.
Mudah-mudahan pada masa yang akan datang FKUB dapat meningkatkan perannya dari mediasi konflik kepada perekayasa kerukunan di Medan.
Workshop Penulisan Modul Kerukuan dan Moderasi Beragama mengundang Dr. Irwansyah, M.Ag Dosen Fakultas Dakwah UIN Sumatera Utara yang telah banyak terlibat dalam isu-isu kerukunan umat beragama di Lembaga Penelitian Ketukunan Umat Beragama Sumatera Utara dan Pembanding Dr. Jufri Naldo, MA yang merupakan Ketua Prodi Studi Agama-Agama di UIN Sumatera Utara Medan.
Irwansyah menyampaikan ada banyak tantangan beragama sebenarnya terletak pada sikap eksklusif dalam beragama yang menyebabkan konflik agama karena ajaran kekerasan atas nama agama, kemudian ketaatan beragama seseorang yang tidak selaras dengan ketaatan bernegara. Kemudian isu-isu yang sangat krusial dalam kerukunan adalah bagaimana pemerintah dan tokoh agama dapat menyikapi isu kerukunan sampai pada lapisan masyarakat bawah.
Jufri Naldo juga menegaskan dalam penyusunan modul ini harus mampu menyentuh seluruh lapisan bawah masyarakat dengan adanya muatan bina damai dan resolusi konflik di dalamnya.
Ketua Panitia Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigam, M.Ag yang juga Bendahara FKUB Kota Medan selaku penanggung jawab penulisan modul Kerukunan dan Moderasi Beragama menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menuangkan fikirannya dalam penyelesaian Modul tersbut.
Akmal Tarigan berharap buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu pegangan bagi aktivis Kerukunan Umat Beragama dan Relawan Beragama dalam menjaga kerukunan di Indonesia Khususnya Kota medan yang kita cintai ini.
Selama kegiatan tersebut seluruh peserta sangat antusias dan hikmat dalam diskusi tentang pembuatan buku modul tersebut. seluruh perwakilan tokoh agama yang hadir sangat antusias dalam memberikan gagasan-gagasannya dan mengaharapkan modul tersebut dapat segera di rilis dan dicetak agar dapat dibaca dan sampaikan poin-poin utama buku ini kepada masyarakat.
UNPRI Jadi Kampus Pertama Creative Workshop JNE Content Competition 2026
SIWO Sumut Gelar Workshop Wartawan Olahraga
Workshop Penguatan Kapasitas Dalam Analisis Kebijakan Pembangunan dengan Pendekatan Pemodelan System Dynamics
Sameda Gelar Workshop Ekonomi Hijau dan Hilirisasi UKMK Perempuan Petani Sawit Naik Kelas
Workshop Peningkatan Kompetensi Kehumasan, Perkuat Peran Humas untuk Kemajuan Unimed