MUI Medan Gelar Mukerda III, Diharapkan Mampu Tunjukkan Perannya Sikapi Persoalan Umat

Sugiatmo - Kamis, 31 Agustus 2023 12:18 WIB
MUI Medan Gelar Mukerda III, Diharapkan Mampu Tunjukkan Perannya Sikapi Persoalan Umat
analisamedan/sugiatmo
Ketua dan Tokoh Agama poto bersama usai pembukaan Mukerda MUI Kota Medan, Kamis (31/08/2023) di Hotel Madani Kota Medan.

analisamedan.com - Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara KH Maratua Simanjuntak meminta pengurus Majelis Ulama Indonesia Kota Medan mampu menunjukkan perannya dalam menyikapi persoalan umat Islam. Karena MUI Kota Medan merupakan contoh pengurus MUI lainnya di Sumatera Utara.

"Mukerda ini diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran yang mampu menjawab persoalan keumatan," kata Maratua Simanjuntak, saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) III, Kamis (31/8/2023) di Hotel Madani Jalan SM Raja Medan.

Dalam kaitan tahun politik Maratua Simanjuntak menegaskan,bahwa MUI tidak boleh berpolitik, tetapi wajib menggunakan hak politiknya. Artinya MUI tidak boleh berpolitik praktis yang bisa memecah belah umat, namun fatwanya dibutuhkan umat dalam menentukan sikap politiknya.

Maratua menganalogikan dalam pertandingan sepak bola pengurus MUI bukanlah pemain. Tetapi posisinya sebagai wasit yang memimpin pertandingan dalam mengarahkan pemain dan penonton. Sehingga tidak terjadi perpecahan antara pemain dan penonton.

"Itulah peran MUI yang mampu memberikan kedamaian di tengah-tengah umat," ujar Maratua Simanjuntak.

Walikota Medan melalui Asisten Pemerintahan Pemko Medan, Muhammad Sofyan mengatakan, MUI Kota Medan sebagai wadah musyawarah para ulama, zauma dan cendikiawan muslim, saat ini memainkan peran yang makin signifikan dalam menjaga kerukunan hidup antara pemeluk agama yang berbeda.Posisi MUI makin krusial di tengah banyaknya potensi perpecahan yang bisa merusak tatanan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"MUI harus menjadi elemen pemersatu banagsa sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa sekaligus menjadi elemen yang memperkuat posisi umat Islam di tanah air, seraya terus membina toleransi dan kerukunan antar umat beragama," ujar walikota.

Karenanya Pemko mengajak MUI Kota Medan untuk terus menjalin kerjasama lintas agama untuk menciptakan kedamaian di kota yang dicintai ini. "Diharapkan pengurus MUI Kota Medan mampu sebagai sumber rujukan atas beragam permasalahan yang dihadapi umat muslim," kata walikota.

Sebelumnya, Ketua MUI Kota Medan Dr KH Hasan Matsum MAg mengatakan, program kerja yang disusun melalui Rakerda ini diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan keumatan sesuai dengan Visi dan Misi MUI Kota Medan.

"Visi MUI adalah memuliakan Islam dan umat Islam untuk mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik) dan tema Islam Rahmatan Lil 'Alamin", ujar Hasan Matsum.

Dengan tema itulah pengurus MUI Kota Medan menyusun program-program kerja seperti penyuluhan penguatan moderasi beragama, safari Ramadhan, Forum Group Diskusi dan pekan kuluner halal, sehat dan aman.

Dikatakan Hasan Matsum, fenomena yang diresahkan masyarakat saat ini adalah persoalan kenakalan remaja yakni geng motor, begal, dan pemakaian narkoba. Persoalan ini juga menjadi bagian pembahasan dalam Rakerda.

"MUI harus sensitif dalam persoalan ini dan hadir di tengah-tengah umat untuk memberikan pencerahan agar generasi ke depan terbebas dari kenakalan remaja,"ujar Hasan Matsum.

Program kerja MUI Kota Medan pada 2024 akan dicanangkan "Majelis Ulama Indonesia Menyapa", yakni seluruh pengurus MUI Kota Medan dan Kecamatan untuk turun ke tengah-tengah masyarakat.

Sebagai langkah awal pengurus MUI Kecamatan di Medan akan tampil sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah setiap hari Senin memberikan tausiah kepada siswa agar jauh dari segala macam kejahatan remaja.

Ketua Panitia Mukerda III, Drs H Burhanuddin Damanik MA mengatakan, kegiatan ini diikuti 161 orang terdiri dari pengurus MUI Kota Medan dan MUI Kecamatan.

Dikatakan, Mukerda ini akan membahas berbagai persoalan antara lain penggunaan tanah garapan untuk membangun rumah ibadah, dan posisi istri jika ditinggalkan suaminya dalam waktu lama, dan persoalan lainnya.

Turut menyampaikan tausiah Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Medan Prof Dr M Hatta, dan hadir juga H Syamsul Arifin SE, KH Buya Amiruddin MS, KH Zulfikar Hajar, Afif Abdilah, dan tokoh agama Kota Medan lainnya.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru