NU Pantailabu Gelar Maulid Nabi Muhammad dan Istighosah
analisamedan.com - Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU), Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1446 Hijriah dan Istighosah bersama di lapangan futsal, Desa Ramunia I, Sabtu (12/10).
Acara dihadiri langsung Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Deliserdang Kiai Amir Panatagama, Mustasyar Pengurus Wilayah (PWNU) Sumatera Utara Syahrial Tambunan, Sekretaris PCNU Khairul Anwar dan Rois Syuriah MWC NU Pantailabu Amirul Khair dan ratusan Nahdliyiin.
Ketua Tanfiziah NU Pantailabu Mariadi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1446 Hijriah dirangkai dengan Doa Istiqhosah merupakan perdana terbesar di daerah pesisir tersebut dengan tujuan sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad Saw serta memohon pertolongan Allah Swt.
"Melalui Istighosah ini, semoga kita diberikan kesehatan, daerah kita terbebas dari segala bencana dan mudah-mudahan mendapatkan ridho dari Allah Swt,"' paparnya.
Mariadi juga mengapresiasi seluruh jemaah yang sudah hadir mengikuti acara Maullid Nabi Muhammad Saw 1446 Hijriah turut dirangkai istighosah dengan tujuan mendapatkan pertolongan Allah Swt.
Selain itu juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus Muslimat NU Kecamatan Pantailabu diketuai Susanti serta penyantunan anak yatim dan menampilkan tim hadroh yang menyenandungkan salawat Nabi Muhammad Saw.
Sementara Rois Syuriah NU Deliserdang Kiai Amir Panatagama dalam sambutannya mengingatkan semua Nahdliyiin di kawasan pesisir Pantailabu untuk senantiasa meminta pertolongan kepada Allah Swt yang menjadi maksud tujuan dari istiqhosah.
Amir Panatagama juga mengaku punya kewajiban untuk menyampaikan perbedaan NU dengan organisasi masyarakat (ormas) lainnya dalam pemahaman terhadap akidah, harakah dan fikrah (pola pikir) serta amaliah.
Dalam hal akidah, NU berpegang kepada paham Imam Abul Hasan Alasyari dan Abu Mansur Almaturidi dengan memercayai sifat 50. Sedangkan dalam fikrah, NU mengusung konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan adalah (adil).
Cinta Nabi
Sementara Rois Syuriah MWC NU Pantailabu Amirul Khair dalam mauizotul hasanahnya (ceramah) menegaskan, pentingnya bermaulid sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad Saw yang harus ditingkatkan pemahamannya secara hakikat.
Tradisi bermaulid saat ini mulai kendur. Banyak masjid dan musalla dan sekolah tidak lagi melaksanakan maulid sebagai kecenderungan menurunnya cinta kepada Nabi Muhammad Saw dan masuknya pemahaman yang mengatakan masuk dalam kategori 'bidah'.
Karena itu, umat Islam harus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw secara hakikat bahwa beliau merupakan sosok mulia kekasih Allah Swt yang disebutkan dalam Alquran sebagai "rahmat' bagi seluruh alam.
"Untuk itu, mari kita tumbuhkan lagi semangat bermaulid agar kelak kita mendapatkan cinta dan syafaat Baginda Nabi Muhammad Saw," tandas Amirul Khair
Majelis Taklim Ummu Rahmah Peringati Maulid Nabi Muhammad
Maulid Nabi Muhammad dan Tasyakuran Milad Perdana Mazta “El-Khair” Sumut
Mahasiswa KKN UISU dan IRMAJA Kolaborasi Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw
Hakikat Alhamdulillah
Mazta El-Khair Sumut Gelar Maulid Bulanan Nabi Muhammad Saw