Prahara Pulau Emas Hadirkan Foto Bencana Hidrometeorologi Sumatera

Sugiatmo - Kamis, 20 Agustus 2026 09:09 WIB
Prahara Pulau Emas Hadirkan Foto Bencana Hidrometeorologi Sumatera
analisamedan.com/ferdy siregar
Kordinator Wilayah Sumatera PFI, Hendra Syamhari (tengah) memberikan penjelasan kepada Wali Kota Medan, Rico Waas (kedua kanan) didampingi Ketua PWI Sumut Farianda Sinik (kanan) saat melakukan peninjauan Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas' di Atrium Plaza Medan Fair, Rabu (19/8).

Rico mengatakan, kekuatan foto jurnalistik mampu menyampaikan pesan yang panjang dan bahkan mengubah sudut pandang masyarakat terhadap sebuah peristiwa. Ia mencontohkan sejumlah foto fenomenal dunia, seperti "The Vulture and The Little Child" karya Calvin Carter dan "The Tank Man" karya Nick Ut yang dinilainya mampu menggerakkan aksi kemanusiaan global.

Karena itu, Rico berharap pameran foto seperti "Prahara Pulau Emas" dapat terus digelar. Ia juga menyatakan Pemko Medan siap berkolaborasi agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan di tempat yang lebih baik.

"Kita perlu ngobrol bersama, mungkin tidak di dalam ruang formal saja, tapi kita duduk bicara bersama tentang jurnalistik media, secara pemberitaan dan jurnalistik foto, agar kita tetap bisa merawat karya-karya ini," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator PFI Wilayah Sumatera Hendra Syamhari mengatakan, pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian roadshow fotografi jurnalistik yang digelar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Pameran foto ini mencatatkan sejarah kepada anak cucu kita, bahwa di Pulau Sumatera pernah terjadi bencana besar," kata Hendra.

Hendra juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan yang telah mendukung terselenggaranya pameran tersebut. Ia mengatakan, para jurnalis foto tetap menjalankan tugas di tengah kondisi berbahaya untuk merekam situasi bencana secara langsung.

"Jurnalis foto adalah profesi yang kerap melupakan diri demi tugas. Saat bencana menerpa, para pewarta menembus banjir dan menerjang bahaya tanpa memikirkan kondisi rumah sendiri atau keluarga yang ditinggalkan. Yang ada di pikiran mereka hanyalah memastikan kamera siap bekerja untuk mengabarkan kondisi sebenarnya kepada dunia," ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah maraknya berita bohong (hoaks), jurnalis foto akan terus berkomitmen merekam berbagai peristiwa secara jujur sesuai hati nurani untuk menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Pameran foto menghadirkan 64 karya foto dari 48 fotografer dari seluruh Indonesia bertepatan juga dengan Hari Fotografi Sedunia yang jatuh pada 19 Agustus setiap tahunnya.

Pameran ini juga turut dihadiri Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua PFI Medan Riski Cahyadi, Ketua Panitia Pameran Irsan Mulyadi, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. (Ferdy)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru