Rakerda Kwarda Sumut Sukses, Musda Digelar 2025
Sidang pleno I dilanjutkan dengan 'Sosialisasi Jukran Nomor 02/2024 dan sosialisasi aplikasi Ayo Pramuka'. Materi ini dibawakan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kwarnas Gerakan Pramuka dan tim. Petunjuk penyelenggaraan yang disosialisasikan berikut dengan aplikasi ini berkaitan dengan pendataan, pengadaan dan pembuatan kartu tanda anggota (KTA) pramuka yang berbasis digital, dihimpun dan didata secara faktual oleh tim Pusdatin dan langsung ditandatangangi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso.
Dalam paparan, dari puluhan juta anggota pramuka di Indonesia, namun masih sekitar 4,9 juta yang terdaftar pada aplikasi ini. Program pendataan melalui kartu keanggotaan ini bertujuan agar Kwarnas memiliki data yang valid dan faktual serta terverifikasi berkaitan jumlah anggota aktif di seluruh Indonesia. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur menarik, berkaitan pendidikan kepramukaan termasuk riwayat kepramukaan anggota dan pengajuan tanda penghargaan orang dewasa (TPOD).
Raker dilanjutkan dengan rapat komisi, terdiri dari Komisi A membahas bidang perencanaan pembangunan, aset, usaha, kerja sama antarlembaga, kerja sama luar negeri, humas, informatika, organisasi dan hukum. Lalu Komisi B membahas tentang bidang pembinaan anggota muda (binamuda), pembinaan anggota dewasa (binawasa), pengabdian masyarakat dan tanggap bencana, bela negara dan sakoma.
Dalam rapat Komisi A, sempat terjadi diskusi terkait diundurnya pelaksanaan musyawarah daerah (musda) tanda di penghujung masa bakti yang seharusnya digelar tahun ini. Namun, dalam sidang pleno II, pada akhirnya, butir hasil sidang komisi itu ditampung pimpinan kwartir daerah sebagai masukan.
Sebelumnya, Ketua Kwardasu menjelaskan, pengunduran pelaksanaan musda dimaksud dikarenakan bertepatan dengan pilkada serentak 2024 dan masa transisi usai pilkada.
Berkaitan itu, atas berbagai pertimbangan, Kwardasu bermohon kepada Kwarnas hingga akhirnya Kwarnas menerbitkan surat keputusan, tentang penundaan pelaksanaan Musda Kwardasu masa bakti 2019-2024 hingga pada 2025 mendatang. Dengan penegasan, penundaan atau perpanjangan masa bakti ini murni karena pelaksanaan pilkada serentak. Ia juga menyampaikan, dinamika dalam rapat kerja di suatu organisasi adalah hal biasa, untuk menjadikan kelembagaan lebih baik.
"Mudah-mudahan apa yang kita dikerjakan menjadi amal jariyah bagi kita, dan kami memberi penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kwarcab jajaran yang berhadir demi pramuka yang menjadi lebih baik ke depannya," pungkas kak Nurdin.
Rakerda lalu ditutup secara resmi ditandai dengan menyanyikan lagu mars Gerakan Pramuka.
Rakerda LPA Deliserdang Hasilkan Program Strategis Perlindungan Anak
Kolaborasi Kearifan Lokal pada Penerapan Metode DORA dalam Pendidikan Kepramukaan
Jambore Daerah Sumatera Utara 2026, Momentum Menghidupkan Kembali Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut Kak Dikky, Usung Visi Kolaborasi dan Kaderisasi Pemimpin Muda
Topan OP Ginting Jabat Ketua Kwardasu 2025-2030, Prioritas Kembalikan Bumper Sibolangi